Pulang Tenggo: Kenapa Pulang Tepat Waktu Bukan Hal yang Buruk

  • 27 Jun 2026 20:24 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - “Udah jam 5 nih, tenggo yuk” “Bisa tenggo nggak hari ini?” Kalau kamu kerja kantoran, pasti sering dengar istilah ini. Tapi masih banyak juga yang malu melakukannya. Takut dicap “nggak loyal”, “malas”, atau “kurang pekerja keras”.

Padahal, Pulang Tenggo itu sehat. Ini penjelasannya.

1. Apa Itu Pulang Tenggo?

Tenggo = TENG langsung GO

Sederhananya: Pulang kerja tepat waktu. Begitu jam pulang berbunyi, langsung beranjak dari kantor

Contoh: Jam kerja selesai jam 17:00. Jam 17:00 pas, laptop ditutup, tas diambil, langsung pulang. Tanpa nunggu “ah tanggung 15 menit lagi” atau “duduk dulu lah”.

Tenggo ≠ buru-buru kabur. Tenggo = pulang karena kerjaan hari itu memang sudah selesai sesuai jam kerja.

2. Kenapa Banyak Orang Takut "Tenggo"?

Ironisnya, padahal wajar, tapi banyak karyawan merasa ragu atau malu saat pulang tepat waktu.

Alasannya:

  1. Takut dilabeli “bukan pekerja keras” oleh teman atau atasan
  2. Nggak enak lihat rekan lain masih lembur
  3. Budaya kantor: Di beberapa tempat kerja, terutama perbankan, “pulang malam” dianggap identik dengan loyalitas. Jadi pulang tenggo malah dianggap “aib”

Padahal belum tentu kerjaan orang yang lembur itu belum selesai. Bisa jadi dia kurang efisien di jam kerja.

3. 3 Keuntungan Pulang Tenggo

Selama kerjaan beres, pulang tepat waktu justru banyak manfaatnya:

1. Melatih Efektivitas dan Efisiensi Waktu

Karena tahu harus pulang jam 5, otak jadi lebih fokus dari jam 9-5. Nggak ada waktu buat scroll medsos 2 jam. Prioritas kerja jadi lebih jelas.

2. Menjaga Work-Life Balance

Punya waktu buat keluarga, makan malam bareng, olahraga, hobi, atau sekadar rebahan. Hidup tidak habis di kantor saja.

3. Mencegah Burnout

Kerja 8 jam + lembur 3 jam setiap hari = resep cepat capek lahir batin. Pulang tenggo memberi ruang untuk istirahat dan recovery. Besok masuk kerja lagi dengan tenaga penuh.

4. Kapan "Tenggo" Boleh, Kapan Tidak?

Tenggo itu prinsip, bukan aturan kaku.

Boleh Tenggo Kalau:

Kerjaan utama hari itu sudah selesai, tidak ada deadline darurat, dan tidak ada tanggung jawab yang ditinggal menggantung.

Tidak Tenggo Dulu Kalau:

Lagi ada project genting, ada cut off time yang kelewat bisa rugi perusahaan, atau memang sudah tanggung dan bisa selesai 30 menit lagi.

Kuncinya: Komunikasi dan tanggung jawab. Sampaikan ke atasan/tim kalau kerjaan sudah beres.

5. Cara Aman "Tenggo" Tanpa Dicibir

  1. Kerjakan Dulu, Baru Pulang: Buktiin dulu kalau kamu produktif di jam kerja. Jangan kerja setengah-setengah lalu maksa pulang.
  2. Rapikan Meja 15 Menit Sebelum Pulang: Tanda kamu siap dan profesional, bukan kabur
  3. Sapa dan Pamitan: “Pak, Bu, saya pulang dulu ya. Kerjaan hari ini sudah saya selesaikan.” Sikap sopan mengurangi kesan negatif.
  4. Jangan Munafik: Kalau besok ada kerjaan mendadak, ya lembur. Tenggo bukan berarti menolak kerja keras sama sekali.

Kesimpulan

Pulang Tenggo bukan malas. Pulang Tenggo adalah bentuk profesionalisme.

Artinya: kamu menghargai waktu perusahaan saat di kantor, dan kamu juga menghargai waktu pribadimu di luar kantor.

Perusahaan yang sehat tidak mengukur loyalitas dari jam berapa karyawannya pulang. Tapi dari hasil kerja dan tanggung jawabnya.

Jadi kalau kerjaanmu sudah beres dan jam sudah menunjukkan pukul 17:00...

Teng. Go. Pulang. Istirahat. Hidup bukan cuma kerja.

Kamu tim #Tenggo atau masih tim #LemburDulu?

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....