IAD Sulbar Bersama BKKBN Perkuat Pencegahan Stunting Daerah

  • 23 Jun 2026 09:59 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Barat, IAD Mamuju bersama perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan gerakan cegah stunting yang dipusatkan di Kantor Camat Simboro, Mamuju, Selasa 23 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi multipihak dalam menekan angka stunting demi menyongsong bonus demografi 2030.

Ketua IAD Wilayah Sulawesi Barat, Nova Budi Panjaitan, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan ancaman serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, penanganan stunting harus difokuskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Stunting adalah ancaman utama kualitas SDM. Jika tidak ditangani, dampaknya akan mengganggu perkembangan otak dan prestasi anak. Kami ingin memicu kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan bersedia menjadi relawan dalam pencegahan stunting," ujar Nova.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif seluruh dinas dan elemen masyarakat sangat krusial, sesuai dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, mengungkapkan apresiasinya atas keterlibatan IAD.

Ia menyoroti pentingnya intervensi bahkan sebelum masa kehamilan, melalui program pendampingan bagi calon pengantin.

"Kami memiliki aplikasi Elsimil ( Elektonik Siap Nikah, Siap Hamil) untuk mengedukasi pasangan agar terhindar dari faktor risiko. Kami juga menekankan prinsip 'Empat T' ( terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, dan terlalu sering) untuk menjaga kesehatan reproduksi," jelas Wahidah.

Dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", data Pendataan Keluarga 2025 mencatat masih terdapat 217.504 keluarga berisiko stunting di Sulawesi Barat, dengan 44.769 keluarga di antaranya berada di Kabupaten Mamuju.

Kegiatan ini pun menjadi momentum strategis bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk terus berkolaborasi, tidak hanya dalam pemberian bantuan gizi, namun juga perbaikan sanitasi, edukasi pola asuh, dan penguatan ketahanan keluarga agar Sulawesi Barat mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan unggul.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....