Sejarah Majene, Pusat Peradaban Mandar yang Berpengaruh di Sulawesi Barat
- 30 Mei 2026 03:49 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kabupaten Majene tidak hanya dikenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban masyarakat Mandar.
Letaknya yang strategis di pesisir barat Pulau Sulawesi menjadikan daerah ini berkembang sebagai kawasan perdagangan dan pelayaran penting sejak berabad-abad lalu.
Dalam catatan sejarah, Majene merupakan bagian dari wilayah Mandar yang terdiri atas sejumlah kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan Sulawesi.
Salah satu kerajaan yang terkenal adalah Kerajaan Banggae yang berperan dalam pemerintahan, perdagangan, dan perkembangan budaya masyarakat setempat.
Sebagai daerah maritim, Majene dikenal melalui kemampuan pelaut Mandar yang tangguh dalam mengarungi lautan.
Mereka menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah di Nusantara, termasuk Kalimantan, Jawa dan Maluku.
Tradisi pelayaran tersebut melahirkan perahu Sandeq yang hingga kini menjadi simbol kejayaan maritim masyarakat Mandar.
Pada masa kolonial Belanda, Majene berkembang sebagai pusat administrasi dan perdagangan di pesisir barat Sulawesi.
Setelah Indonesia merdeka, daerah ini terus berkembang hingga menjadi salah satu kabupaten penting di Sulawesi Barat setelah pembentukan provinsi tersebut pada tahun 2004.
Selain sejarahnya yang kaya, Majene juga dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Mandar. Beragam tradisi adat, seni, musik dan tenun khas Mandar masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Warisan sejarah dan budaya tersebut menjadikan Majene sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam perjalanan peradaban di Sulawesi Barat.
Hingga kini, Majene terus berkembang sebagai pusat pendidikan, budaya, dan pembangunan tanpa meninggalkan identitasnya sebagai daerah maritim yang bersejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....