Menagih Janji Belasan Tahun, Warga Tutup Akses ke TPA Adi-Adi
- 21 Apr 2026 11:19 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Aksi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Adiadi oleh warga setempat bukan tanpa alasan. Penutupan yang menyebabkan sampah menggunung di pusat Kota Mamuju ini merupakan akumulasi kekecewaan warga terkait janji fasilitas pengolahan sampah yang tak kunjung terealisasi selama lebih dari satu dekade.
Kepala UPTD TPA Adiadi, Muh Wajidi Azhar, mengungkapkan bahwa tuntutan masyarakat berakar dari janji pemerintah daerah di masa lampau.
Berdasarkan penuturannya, persoalan ini berkaitan dengan pengadaan infrastruktur yang seharusnya sudah rampung bertahun-tahun lalu.
"Informasinya itu sudah dianggarkan sejak 2010, bahkan sebelum kami menjabat di DLHK. Namun, sampai sekarang barangnya (mesin pengolahan) memang belum ada," ujar Wajidi saat dikonfirmasi pada Selasa 21 April 2026.
Setidaknya ada dua poin krusial yang menjadi pemicu warga menutup akses masuk bagi truk-truk sampah DLHK yaitu mesin pengelolahan sampah, serta Fasilitas armada taitu truk sampah.
Ditambahkan Wajidi Azhar mengakui bahwa posisi DLHK saat ini cukup sulit karena persoalan ini merupakan "warisan" lama.
Meski demikian, pihak UPTD saat ini terus berupaya menjadi jembatan antara masyarakat dan pimpinan daerah.
Guna meredam situasi dan mencari jalan keluar, pihak DLHK Mamuju dilaporkan tengah melakukan pertemuan darurat.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi langsung dengan Pak Kadis dan koordinator aksi dari masyarakat. Kami sedang berupaya menyatukan persepsi agar ada solusi secepatnya," tambah Wajidi.
Masyarakat Adiadi menegaskan bahwa akses TPA akan tetap tertutup bagi armada sampah hingga ada kejelasan atau progres nyata mengenai tuntutan mereka.
Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan sebelum kondisi sanitasi di Kota Mamuju semakin memburuk akibat sampah yang tak terangkut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....