Benarkah Golongan Darah Menentukan Sifat Kita?

  • 19 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Pernah dengar orang bilang “Dia golongan darah B, pantesan bebas banget” atau “Tipe A emang perfeksionis”?

Konsep bahwa golongan darah memengaruhi kepribadian sangat populer, terutama di Jepang dan Korea Selatan. Tapi apa kata sains soal ini?

1. Dari Mana Asal Teori Ini?

Teori “ketsueki-gata” atau blood type personality theory dipopulerkan di Jepang tahun 1927 oleh Takeji Furukawa. Dia mengklaim ada hubungan antara golongan darah A, B, O, AB dengan temperamen manusia.

Tahun 1970-an, teori ini meledak lagi lewat buku Masahiko Nomi. Sekarang di Jepang, golongan darah dipakai seperti zodiak: untuk ramalan jodoh, rekrutmen kerja, bahkan strategi marketing.

Di Korea, 70% orang percaya golongan darah berkaitan dengan kecocokan pasangan.

Versi populer sifat tiap golongan darah:

  • A: Serius, teliti, perfeksionis, mudah cemas, suka keteraturan
  • B: Kreatif, bebas, penasaran, impulsif, individualis
  • O: Percaya diri, ambisius, sosial, pemimpin alami, tapi keras kepala
  • AB: Rasional, tenang, misterius, unik, kadang dianggap “dua kepribadian”

2. Apa Kata Penelitian Ilmiah?

Singkatnya: tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung kaitan golongan darah dengan kepribadian.

Beberapa studi besar sudah menguji ini:

Tahun | Penelitian | Hasil

2003 | Japanese Journal of Psychology | Tidak ada hubungan signifikan antara golongan darah dan 5 trait kepribadian utama “Big Five”

2014 | Studi di Taiwan, 2.618 orang | Tidak ditemukan korelasi antara golongan darah dan skor tes kepribadian

2015 | PLOS One, meta-analisis | Efek golongan darah pada kepribadian sangat kecil dan tidak konsisten

Secara biologis, golongan darah ABO ditentukan oleh gen yang mengontrol antigen di permukaan sel darah merah. Gen ini tidak diketahui memengaruhi struktur otak atau hormon yang membentuk sifat.

3. Kenapa Banyak Orang Merasa “Cocok”?

Ini efek psikologi yang namanya Forer Effect atau Barnum Effect. Deskripsi sifat golongan darah dibuat umum dan positif, jadi hampir semua orang merasa “relate”.

Ditambah confirmation bias: kalau kamu golongan A dan percaya orang A itu rapi, kamu akan lebih mengingat momen saat kamu rapi dan mengabaikan saat kamarmu berantakan.

Faktor budaya juga kuat. Di Jepang, anak-anak tumbuh dengan stereotip ini dari TV, komik, dan obrolan sehari-hari. Lama-lama jadi self-fulfilling prophecy: orang bersikap sesuai “label” golongan darahnya karena ekspektasi sosial.

4. Jadi, Golongan Darah Memengaruhi Apa?

Yang terbukti secara medis:

  1. Transfusi darah: O donor universal, AB penerima universal
  2. Risiko penyakit tertentu: Golongan O sedikit lebih rendah risiko pembekuan darah. Golongan A, B, AB sedikit lebih tinggi risiko penyakit jantung dan beberapa kanker lambung
  3. Kehamilan: Rhesus negatif bisa berpengaruh saat hamil

Kepribadian? Tidak masuk daftar.

5. Kesimpulan

Golongan darah = fakta biologis untuk urusan medis.

Golongan darah = bukan alat ukur kepribadian yang valid.

Menggunakannya untuk seru-seruan atau bahan obrolan ringan sah-sah aja. Tapi menjadikan golongan darah sebagai dasar menilai karakter, merekrut karyawan, atau menolak jodoh jelas tidak akurat dan bisa diskriminatif.

Sifat kita jauh lebih dipengaruhi oleh genetik kompleks, pola asuh, lingkungan, pengalaman hidup, dan pilihan pribadi. Jauh lebih rumit dari sekadar A, B, O, atau AB.

Kamu golongan darah apa? Ngerasa cocok nggak sama deskripsinya?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....