Harga Ikan Melonjak, Telur dan Ayam Ikut Naik
- 13 Feb 2026 08:46 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Mamuju mengalami kenaikan mulai bulan Januari hingga saat ini, komoditas yang tercatat merangkak naik adalah komoditas ikan-ikanan dan komoditas telur hingga ayam.
Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju, Syfa Aulia Rahmi, mengungkapkan lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas ikan-ikanan yang memberikan andil besar terhadap kenaikan harga secara umum. Menurut Syfa, dalam rilis resmi berita statistik, enam komoditas dengan andil tertinggi terhadap inflasi Januari hampir seluruhnya berasal dari kelompok ikan-ikanan.
“Di bulan Januari kemarin itu, yang terlihat ada lonjakan tinggi itu di komoditas ikan-ikanan. Enam besar komoditas yang memberikan andil tinggi itu hampir semuanya ikan-ikanan,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Ikan cakalang memberikan andil inflasi diangka 0,58 persen, disusul ikan layang yang memberikan andil 0,44 persen, selanjutnya ikan tuna 0,15 persen, cumi-cumi memberikan andil 0,10 persen seerta ikan tongkol dan ikan kembung masing-masing memberikan andil diangka 0,08 dan 0,07 persen.
Kenaikan harga ikan tidak hanya dipengaruhi tingginya permintaan, tetapi juga terbatasnya stok di pasaran, bahkan pada waktu tertentu, pedagang di pasar dilaporkan tidak memiliki persediaan ikan untuk dijual. Kondisi tersebut membuat masyarakat beralih ke sumber protein lain seperti telur dan daging ayam.
“Karena ikan mahal dan bahkan di pasar itu kadang-kadang penjual juga tidak ada, stoknya tidak ada. Jadi orang-orang ini beralih ke telur dan ayam yang sama-sama protein,” jelas Syfa.
Lonjakan permintaan terhadap telur dan ayam pun berdampak pada kenaikan harga kedua komoditas tersebut. Syfa menilai, fenomena ini tidak lepas dari faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan sehingga pasokan ikan berkurang.
“Iya, harganya juga naik. Itu mungkin karena efek faktor cuaca tadi,” tambahnya.
BPS mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan harga melalui rilis resmi berita statistik guna mengetahui tren pergerakan komoditas pangan di daerah.