Tidur Delapan Jam tapi Tetap Lelah, Kenapa?

  • 27 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Banyak orang mengira tidur selama delapan jam sudah cukup untuk membuat tubuh kembali segar.

Namun kenyataannya, ada orang yang tetap merasa lelah, mengantuk, bahkan sulit fokus meski waktu tidurnya sudah terpenuhi.

Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda Insomnia atau gangguan kualitas tidur. Jadi, masalahnya bukan hanya soal durasi tidur, tetapi juga bagaimana kualitas tidur yang didapatkan tubuh.

Penderita insomnia sering mengalami tidur yang tidak nyenyak sepanjang malam. Mereka bisa saja tertidur cukup lama, tetapi otak dan tubuh tetap tidak benar-benar beristirahat.

Beberapa orang juga sering terbangun tanpa sadar di tengah malam. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah saat menjalani aktivitas keesokan harinya.

Insomnia dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan yang sering dianggap sepele. Salah satunya adalah bermain ponsel terlalu lama sebelum tidur.

Paparan cahaya dari layar gadget dapat membuat otak tetap aktif di malam hari. Hal ini menyebabkan tubuh sulit merasa rileks dan akhirnya susah tidur nyenyak.

Selain gadget, stres dan overthinking juga menjadi penyebab utama insomnia. Pikiran yang terus bekerja membuat seseorang sulit memasuki fase tidur yang dalam.

Jika dibiarkan terus-menerus, insomnia dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Penderitanya bisa menjadi lebih emosional, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat beraktivitas.

Untuk mengurangi risiko insomnia, penting menjaga pola tidur yang teratur setiap hari.

Menghindari kafein pada malam hari juga dapat membantu tubuh lebih mudah beristirahat.

Apabila gangguan tidur sudah berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera mencari bantuan profesional.

Penanganan yang tepat dapat membantu kualitas tidur kembali normal dan tubuh menjadi lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....