Dunia Politik, Perempuan Butuh Kapasitas Bukan Perbandingan Gender
- 15 Sep 2026 12:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Keterlibatan perempuan dalam dunia politik dinilai tidak cukup hanya mengandalkan identitas gender, tetapi harus dibarengi kapasitas, kerja keras, dan kemampuan meraih kepercayaan masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi, menegaskan perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkiprah di politik, namun dukungan pemilih harus diperoleh melalui kemampuan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Perempuan telah mendapat ruang yang cukup luas untuk terlibat dalam politik. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kapasitas dan kerja keras agar mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Sitti Suraidah, saat menjadi narasumber dialog di RRI Mamuju, Senin, 14 September 2026.
Sitti Suraidah mengatakan, sejumlah posisi strategis di Sulawesi Barat telah diisi perempuan. Hal itu menunjukkan bahwa kesempatan bagi perempuan untuk tampil dalam politik terbuka.
"Kalau bicara keterlibatan perempuan tentu sudah diberikan panggung yang begitu luas. Bahkan di Sulawesi Barat juga perempuan pertama bupati, perempuan pertama ketua DPRD," ujarnya
Ia mengaku bersyukur pernah mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD Sulawesi Barat pada 2014.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan dan politik,”tegasnya
Suraidah menegaskan, kesempatan yang telah terbuka harus dijawab dengan persiapan, diskusi, serta kerja keras. Kesetaraan tidak cukup hanya berbicara mengenai pemberian ruang, tetapi juga kemampuan perempuan memanfaatkan ruang tersebut.
"Artinya kesempatan itu selalu ada. Bagaimana kita mempersiapkan itu memang butuh diskusi dan kerja-kerja keras tentunya untuk bisa mendapatkan porsi tersebut," katanya.
Dalam konteks politik elektoral, Sitti menilai perempuan juga tidak dapat meminta dukungan masyarakat semata-mata karena identitas gender. Setiap kandidat harus mampu membangun keyakinan pemilih melalui kapasitas dan rekam kerja yang dimiliki.
Ia menekankan, perempuan yang maju dalam kontestasi politik harus mampu membuktikan dirinya dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Kalau di politik, kita kan ikut pemilihan. Tidak bisa kita mengatakan, kamu harus pilih saya karena saya perempuan. Tinggal bagaimana kita di lapangan meyakinkan para pemilih, ayo walaupun saya perempuan, saya mampu menjadi ruang aspirator bagi masyarakat," jelasnya.
Menurut Suraidah, keterlibatan perempuan dalam politik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar ruang yang diberikan, tetapi juga seberapa mampu perempuan membangun kepercayaan publik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....