Walhi: 80 Persen Sawah di Polman Terancam Gagal Panen
- 31 Agt 2026 13:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dewan Daerah Walhi Sulawesi Barat memperingatkan bahwa sekitar 80 persen wilayah persawahan di Polewali Mandar terancam gagal panen akibat dampak kekeringan panjang yang melanda Sulawesi Barat.
Hal ini diungkap Dewan Daerah Walhi Sulbar, Muh. Muhsin R, yang juga berprofesi sebagai petani di daerah tersebut saat dialog bersama RRI, Sabtu 29 Agustus 2026.
Ia menjelaskan hampir seluruh dari 12 kecamatan di Polewali Mandar terdampak kekeringan yang sangat kentara pada sektor persawahan.
"Kalau saya bicara Polman, bahkan untuk lebih parahnya ke depan ini, tadi kan saya bilang mungkin 80 persen akan gagal panen untuk wilayah persawahan di Polewali Mandar," ujar Muhsin
Ia menyebut Bendungan Sekka-Sekka, sumber pengairan utama di kabupaten tersebut, belum mampu mengaliri seluruh wilayah persawahan yang membutuhkan air secara merata. Kondisi ini memperparah dampak kekeringan yang sudah berlangsung hampir tiga bulan.
Muhsin memperingatkan dampak kekeringan akan semakin meluas jika kondisi ini berlanjut satu hingga dua bulan ke depan.
"Kalaupun kekeringan ini berlanjut ke satu bulan ke depan atau satu setengah bulan atau bahkan dua bulan ke depan, saya bisa pastikan ini akan berdampak ke perluasan kebakaran hutan yang ada di Polman," katanya.
Ia menambahkan penanganan pemerintah provinsi maupun kabupaten saat ini baru menyentuh dampak kekeringan di sektor persawahan. Perkebunan kakao yang juga terdampak signifikan disebut belum mendapat perhatian serupa dari pemerintah daerah.
Muhsin menegaskan Polewali Mandar termasuk salah satu dari enam kabupaten di Sulawesi Barat yang mengalami dampak kekeringan terparah. Kondisi ini menurutnya sudah berlangsung lama sebelum fenomena El Nino kembali viral belakangan ini.
Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret menangani krisis air di sektor pertanian, tidak hanya mengandalkan himbauan kepada masyarakat. Muhsin menekankan nasib ribuan petani di Polewali Mandar bergantung pada respons cepat pemerintah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....