Sandeq Silumba Masuk KEN, Sulbar Bidik Wisatawan Mancanegara

  • 25 Agt 2026 04:53 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Sandeq Silumba resmi masuk Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, membuka peluang promosi event budaya maritim Sulawesi Barat ke pasar wisatawan internasional .

Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, menyebut status KEN menjadi pengakuan penting karena tidak semua event daerah di Indonesia bisa lolos masuk kalender nasional tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pemerhati sandeq kini merancang strategi agar event ini bisa menembus pasar mancanegara, tidak hanya dikenal secara nasional.

"Kita berharap kedepannya sandeq ini juga pesertanya bukan hanya dari Sulbar, sebenarnya kita berharap dari mancanegara itu bisa datang," ujarnya, dalam dialog interaktif "Halo Sulbar" di RRI Mamuju, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia menjelaskan olahraga layar sejenis memang ada di negara lain seperti Prancis, namun sandeq memiliki keunikan tersendiri karena tidak menggunakan mesin sama sekali. Meski demikian, kecepatan perahu tradisional ini disebut mampu melampaui kapal bermesin saat berpapasan dengan angin kencang.

Syamsul mengakui kehadiran wisatawan asing dalam ajang ini masih jauh dari target meski status KEN sudah diraih.

"Kalau untuk mancanegara memang kita harus akui belum maksimal, nah itu yang kita targetkan ke depan bagaimana berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk go internasional," katanya.

Ia menambahkan, upaya promosi internasional membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata karena Sulawesi Barat tidak bisa bergerak sendiri tanpa perhatian pemerintah pusat. Kondisi efisiensi anggaran daerah turut membatasi ruang gerak promosi ke luar negeri saat ini.

Meski anggaran terbatas, panitia tetap berkomitmen menjaga standar kegiatan darat di Majene dan Polewali Mandar demi mendukung citra event berskala nasional tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan Kementerian Pariwisata terhadap keberlanjutan program KEN.

Sandeq Silumba 2026 akan digelar pada 26-27 September 2026 dengan rute dari Majene menuju Polewali Mandar, diikuti 85 perahu sandeq sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pengakuan pariwisata dunia.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....