Terancam Punah, Burung Maleo Hanya Tinggal 8 Pasang di Mamuju

  • 03 Agt 2026 09:24 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Populasi burung maleo di Desa Sumare dan Tapandulu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tersisa sekitar delapan pasang. Data itu berdasarkan pemantauan rutin Komunitas Sahabat Maleo Mamuju.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ketua Sahabat Maleo Mamuju, Abdullah, mengatakan jumlah tersebut didapat dari pengamatan di lokasi-lokasi penetasan maleo selama beberapa bulan terakhir.

“Populasinya saat ini yang kami pantau di lapangan ada sekitar, kalau yang di Desa Sumare dan Tapandulu sekitar delapan pasang,” ujar Abdullah, saat diwawancarai oleh reporter RRI Mamuju di Desa Sumare, Minggu, 2 Agustus 2026.

Ia menilai angka ini menunjukkan maleo masih rentan, sehingga perlu tindakan serius agar tidak terjadi kepunahan lokal di Sulawesi Barat.

Menurut Abdullah, setiap anakan yang ditemukan menetas akan langsung dilepas ke hutan agar bisa tumbuh di habitat alaminya. Langkah ini disertai patroli sederhana dan sosialisasi kepada warga di sekitar kawasan pesisir dan hutan tempat maleo mencari makan dan bertelur.

“Upayanya ini bagaimana kami terus edukasi kepada masyarakat agar tetap tidak berburu telur dan menjaga habitat burung maleo,” kata Abdullah.

Ia berharap masyarakat hingga pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi terlibat aktif sehingga ikon Sulbar ini dapat terus lestari.

Selain pemantauan populasi dan pelepasan anakan, Sahabat Maleo mendorong adanya dukungan kebijakan dan anggaran khusus konservasi. Mereka mengingatkan bahwa tanpa perlindungan nyata, delapan pasang maleo yang tersisa di Sumare dan Tapandulu bisa berkurang dan menghilang dari alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....