Kekeringan Ancam 86 Hektare Sawah di DI Maloso Polman
- 30 Jul 2026 08:46 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kekeringan mengancam 86 hektare sawah di Daerah Irigasi DI Maloso, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Balai Wilayah Sungai BWS Sulawesi V Mamuju langsung menerjunkan petugas ke lapangan untuk memetakan titik terdampak dan menyiapkan langkah penanganan.
Pelaksana tugas Kepala BWS Sulawesi V Mamuju, Hayatuddin Tuasikal menjelaskan DI Maloso merupakan satu-satunya daerah irigasi kewenangan pusat di Sulbar dengan luas sekitar 12.585 hektare. Berdasarkan inventarisasi, ada 6 titik kekeringan yang sudah teridentifikasi.
“Untuk daerah irigasi di Maloso itu yang kewenangan pusat, itu ada enam titik yang sudah kami identifikasi, termasuk di Botto dan Katumbangan,” katanya dalam dialog Halo Sulbar di RRI Mamuju, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menyebut, di Desa Botto luasan terdampak sekitar 40 hektare, sementara di Katumbangan sekitar 46 hektare, disertai laporan tanah retak dan berkurangnya pasokan air irigasi ke lahan sawah petani.
“Saat ini teman-teman sudah di lapangan, termasuk di Lakejo, Matakali, Mapilli dan beberapa lokasi lain yang sudah kami inventarisasi, dan kami akan memprioritaskan penyelamatan tanaman pada umur-umur kritis,” ujar Hayatuddin.
Menurutnya, data titik kekeringan ini akan dilaporkan secara berkala kepada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dan dinas pertanian provinsi serta kabupaten, sehingga penanganan pompanisasi, pengaturan distribusi air, dan penyesuaian pola tanam dapat segera dilakukan untuk meminimalkan risiko gagal panen di DI Maloso dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....