PNM Hadir di Pelosok Mamasa, Menguatkan Usaha Ibu Lederika yang Menopang Keluarga

  • 01 Jul 2026 16:09 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamasa - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya di wilayah pelosok melalui program Mekaar. Pendampingan modal dan usaha itu kini dirasakan langsung oleh perempuan pelaku usaha ultra mikro di Mamasa, Sulawesi Barat.

Salah satunya Ibu Lederika, nasabah PNM Mekaar Unit Mambi sejak Februari 2018. Sebelum mendapat pembiayaan, ia hanya memiliki warung sembako dengan stok terbatas.

“Dulu, warung saya hanya berisi beberapa barang karena modal terbatas. Saya sering sedih ketika pelanggan ingin membeli kebutuhan pokok, tetapi barangnya belum ada,” kenang Lederika, Rabu 1 Juli 2026.

Setelah mendapat akses modal bertahap hingga Rp11,5 juta, warungnya kini berkembang. Ia juga menambah layanan transaksi digital seperti pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, dan top up dompet digital.

Dampak program ini juga sampai ke keluarga. Anak Lederika yang duduk di kelas 5 SD mendapat beasiswa dari PNM.

“PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga memberikan harapan. PNM membantu saya bangkit, mengembangkan usaha, memperbaiki ekonomi keluarga, dan memberi harapan untuk pendidikan anak saya,” ujarnya.

Kisah serupa dialami Ibu Kristina Imelda, Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe Unit Mamasa. Dari warung nasi kuning sederhana, usahanya kini berkembang menjadi menu siap saji seperti ayam geprek, nasi campur, dan ikan goreng setelah mendapat pembiayaan PNM Mekaar.

Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menyebut fokus program Mekaar adalah memastikan akses modal dan pembinaan usaha menjangkau hingga pelosok.

“Fokus kami adalah memastikan masyarakat, termasuk di daerah yang membutuhkan akses modal usaha, dapat merasakan manfaat kehadiran PNM. Kami berharap program ini dapat membantu perempuan pelaku ekonomi agar usahanya semakin meningkat,” kata Yazdi.

Selain modal, PNM juga memberikan pelatihan mulai dari leadership, pemasaran online dan offline, penentuan harga pokok produksi, hingga pencatatan keuangan sederhana.

Hingga Juni 2026, PNM Makassar mencatat 116 unit Mekaar dan 16 unit ULaMM yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....