Kekerasan Berbasis Gender Banyak Terjadi di Rumah
- 25 Jun 2026 15:13 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Direktur LSM Kartini Manakarra, Dian Dhaniati, mengungkap sebagian besar kekerasan berbasis gender justru terjadi di dalam rumah oleh orang terdekat.
Dalam dialog pengarusutamaan gender di RRI Mamuju, ia menjelaskan bahwa rumah yang seharusnya menjadi ruang aman sering berubah menjadi tempat kekerasan. Korban yang mengalami kekerasan di lingkup keluarga kerap kesulitan mencari bantuan karena terikat relasi emosional dan ekonomi dengan pelaku.
“Pada realitasnya, kekerasan berbasis gender ini dilakukan di rumah yang merupakan tempat yang aman,” ujar Dian, Kamis 25 Juli 2026.
Ia menambahkan, pelaku umumnya adalah orang terdekat korban sehingga situasi menjadi semakin kompleks dan sulit diungkap.
Budaya diam dan normalisasi kekerasan dalam keluarga membuat banyak kasus tidak pernah tercatat atau sampai ke lembaga layanan. Korban sering diminta bertahan demi menjaga nama baik keluarga, meski mengalami kekerasan fisik, psikis, maupun ekonomi berulang.
“Ketika budaya diam ini terus kita normalisasi, tentu akan sulit,” kata Dian.
Ia menekankan pentingnya ruang aman dalam keluarga dan komunitas agar korban bisa bercerita tanpa dihakimi atau disalahkan.
Kartini Manakarra mengajak masyarakat Sulawesi Barat melihat kekerasan di rumah sebagai persoalan sosial, bukan urusan privat semata. Dian mendorong penguatan jejaring layanan dan keberanian lingkungan sekitar untuk tidak menutup mata ketika melihat tanda-tanda kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....