Dukung MBG, BKKBN Sulbar Kawal Distribusi untuk 55 Ribu Sasaran 3B

  • 24 Jun 2026 12:14 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat mengawal pelaksanaan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita, sebagai upaya mendukung pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Sulawesi Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, dalam dialog Interaktif RRI Mamuju, mengatakan bahwa menurut data yang diperoleh, terdapat lebih dari 82 ribu masyarakat kelompok sasaran 3B di Sulawesi Barat.

"Kalau kita lihat data bahwa untuk pasangan usia subur atau ibu hamil di Sulawesi Barat ada 4.873 orang. Kemudian keluarga yang memiliki anak usia 0 sampai 23 bulan sebanyak 22.265, dan yang memiliki anak usia 24 sampai 59 bulan juga cukup banyak Dan untuk sasara yang mempunyai anak 24-59 bulan, itu banyak juga ada 55.255," ujarnya Rabu, 24 Juni 2026.

Hingga saat ini sebanyak 55.620 kelompok sasaran 3B di Sulawesi Barat telah mendapatkan intervensi pemenuhan gizi melalui program MBG.

"Secara total sudah ada 55.620 sasaran yang terintervensi terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui," ujarnya dalam

Wahidah menjelaskan, BKKBN tidak hanya berperan dalam pendataan sasaran, BKKBN Sulawesi Barat juga mengerahkan sebanyak 1.050 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan 1.632 orang Tim Non-TPK untuk melakukan pendampingan dan pengawalan distribusi MBG.

Menurutnya, keterlibatan TPK menjadi salah satu bentuk dukungan BKKBN untuk memastikan program MBG dapat diterima oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.

"Terkait sumber daya lapangan yang turut mendistribusikan MBG, untuk Tim Pendamping Keluarga ada sebanyak 1.050 tim. Kemudian non-TPK sebanyak 1.632 orang. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam mendukung pelaksanaan program MBG," katanya.

Wahidah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat membantu meningkatkan pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sehingga berdampak pada penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....