Kunci Utama Perempuan Tangguh, Dimulai dari Diri Sendiri

  • 09 Jun 2026 12:07 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, MamujuMenjadi perempuan yang tangguh sering kali diartikan sebagai kemampuan untuk menghadapi segala persoalan seorang diri, namun di balik anggapan tersebut banyak perempuan justru merasa lelah karena terus berusaha memenuhi ekspektasi yang dibentuk oleh lingkungan sekitar.

Menjadi perempuan yang tangguh bukan berarti harus memiliki beban ganda dan menanggung semuanya seorang diri.

Hal tersebut disampaikan oleh Agfie Nurani H selaku founder Jalanceritamu.id dalam dialog Pengarustamaan Gender yang diselenggarakan RRI Mamuju, Senin 8 Juni 2026.

"Kebanyakan dari kita sering mendengar label bahwa perempuan harus kuat. Padahal, kita tidak bisa hidup dengan memenuhi ekspektasi orang lain. Kita tidak bisa membuat standar kebahagiaan berdasarkan omongan orang lain," jelas Agfie.

Menurutnya label tersebut membuat banyak perempuan berusaha mengerjakan segala sesuatu sendiri, meskipun pada kenyataannya mereka juga membutuhkan dukungan dan ruang untuk menjaga kesehatan mental. Jika semua beban ditanggung sendiri, energi yang dimiliki pun tidak dapat digunakan secara optimal untuk menjadi perempuan yang berdaya.

Dalam kesempatan tersebut, Agfie juga menyoroti tantangan perempuan masa kini yang rentan mengalami burnout. Menurutnya, kebiasaan memikul semua tanggung jawab tanpa jeda dapat memicu kelelahan fisik maupun emosional.

"Karena selalu terbiasa memikul semuanya sendiri, akhirnya bisa mengalami burnout. Tiba-tiba merasa sedih tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi salah satu tandanya," ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa perempuan perlu belajar untuk menyusun prioritas hidup, dengan menekankan bahwa prioritas tertinggi seharusnya tetap diberikan kepada diri sendiri, baik bagi perempuan yang belum menikah maupun yang sudah berkeluarga.

Agfie menjelaskan bahwa banyak perempuan kehilangan jati dirinya setelah menikah karena sebagian besar hidupnya berfokus pada suami dan anak. Padahal, merawat diri sendiri merupakan fondasi untuk merawat orang lain.

"Kita tidak bisa merawat orang lain kalau kita sendiri lupa merawat diri kita. Ketika kebutuhan diri terpenuhi dan kondisi emosional kita baik, maka kita juga bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang lebih baik kepada pasangan maupun anak-anak," tuturnya.

Untuk menjadi perempuan yang tangguh bukan berarti menanggung semuanya sendirian, melainkan mampu menjaga keseimbangan antara mencintai orang lain dan tetap menghargai diri sendiri.

Dengan menempatkan diri sebagai prioritas utama, perempuan dapat tetap kuat tanpa kehilangan jati dirinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....