Pasokan Ikan Lokal Jadi Tantangan Program MBG di Sulbar

  • 29 Mei 2026 13:06 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketersediaan pangan di Sulawesi Barat secara umum dinilai masih mencukupi. Namun, pemenuhan bahan pangan lokal, khususnya komoditas ikan sebagai sumber protein hewani, masih menjadi tantangan besar dalam mendukung keberlanjutan program penyediaan pangan di daerah khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Dinas Pangan Daerah Sulawesi Barat, Sofiawati Sofyan, mengatakan dari sisi ketersediaan secara umum tidak terdapat persoalan berarti. Meski demikian, jika ditelaah lebih jauh, terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diatasi, terutama dalam pemenuhan bahan pangan lokal untuk kebutuhan dapur dalam skala besar.

“Kalau dari aspek ketersediaan cukup. Tapi kalau dilihat lebih jauh, ada beberapa tantangan yang lebih besar lagi,” ujar Sofiawati, saat diwawancara di Kantor RRI Mamuju, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama terletak pada pemenuhan komoditas ikan sebagai bahan pangan lokal yang idealnya hadir dalam setiap menu makanan sebagai sumber protein hewani.

Menurutnya, potensi perikanan lokal di Sulawesi Barat sejatinya cukup besar. Namun hingga kini, pasokan ikan belum mampu memenuhi kebutuhan dapur secara konsisten, baik dari sisi jumlah maupun keberlanjutan distribusinya.

“Kalau berbicara bahan pangan lokal, seharusnya pada setiap menu makanan ada minimal satu jenis produk ikan. Sampai sekarang, potensi lokal kita ini belum bisa memenuhi kebutuhan dapur (MBG) dari sisi jumlah dan keberlanjutannya, karena kebutuhan dapur itu besar dan harus terus tersedia,” katanya.

Sofiawati mengungkapkan, upaya pemenuhan pasokan ikan sebenarnya pernah dilakukan, namun belum berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama dinas teknis terkait, agar komoditas ikan dapat tersedia secara stabil sebagai sumber protein hewani dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Ini menjadi tantangan bagi dinas terkait bagaimana memastikan bahan pangan jenis ikan ini bisa terus tersedia,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....