PM-AAS 2026 Siap Dongkrak Produktivitas Padi di Sulbar

  • 29 Mei 2026 13:06 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kementerian Pertanian melalui program PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System) mulai mendorong transformasi pertanian modern di Sulawesi Barat guna meningkatkan produktivitas padi pada 2026.

Program tersebut dipusatkan di Kabupaten Polewali Mandar sebagai lokasi percontohan penerapan sistem pertanian modern di daerah.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat, Sumarni Panikkai, mengatakan PM-AAS merupakan program transformasi pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan) dengan teknologi budidaya modern untuk menciptakan sistem pertanian yang presisi, terukur dan efisien.

“Program PM-AAS ini merupakan transformasi dari Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi alsintan dan teknologi budidaya. Program ini dipusatkan di Polewali Mandar sebagai upaya meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Sulawesi Barat pada 2026,” ujar Sumarni saat diwawancara di kantor RRI Mamuju, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut menjadi tantangan tersendiri karena merupakan uji coba perdana di Sulawesi Barat, sekaligus diterapkan di sejumlah provinsi lain di Indonesia.

Ia menjelaskan, tantangan utama terletak pada proses adaptasi terhadap sistem baru, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.

“Karena ini hal baru, kita semua harus belajar bersama untuk menjawab kebutuhan petani, sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang memadai di Sulawesi Barat,” katanya.

Sumarni optimistis, jika implementasi PM-AAS berjalan sesuai perencanaan, program tersebut dapat menjadi tonggak modernisasi pertanian di Sulawesi Barat dan mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....