Kasus Kekerasan Berbasis Gender di Sulbar Capai 169 Laporan
- 27 Mei 2026 18:31 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Koordinator Program dan Advokasi LSM Kartini Manakarra, Naim Irmayani mengungkap, sepanjang 2025 tercatat 169 kasus kekerasan berbasis gender di Sulawesi Barat.
Data tersebut disampaikan dalam Dialog Pengarusutamaan Gender RRI Mamuju, Senin, 25 Mei 2026. Ia menegaskan kasus banyak menimpa kelompok rentan.
Menurut Naim, total terdapat 184 korban dengan 139 di antaranya adalah perempuan berbagai usia, termasuk pelajar dan ibu rumah tangga.
“Di tahun 2025 saja menurut pantauan Kartini Manakarra itu tercatat ada 169 kasus dengan 184 korban yang didominasi perempuan sebanyak 139 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bentuk kekerasan yang dilaporkan meliputi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, serta kekerasan terhadap anak di berbagai lingkungan.
Naim juga menyoroti rendahnya penyelesaian perkara. Dari data yang mereka olah, hanya sekitar 14,2 persen kasus yang tuntas ditangani aparat dan instansi terkait.
“Peran multipihak sangat berpengaruh, karena dari data yang kami olah itu hanya sekitar 14,2 persen kasus yang selesai ditangani,” kata Naim.
Ia menyebut faktor ekonomi, relasi kuasa, dan budaya malu sebagai penyebab korban sulit keluar dari siklus kekerasan, sekaligus enggan melapor ke pihak berwenang.
Kartini Manakarra mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai lembaga penegak hukum hingga dinas pemberdayaan perempuan, memperkuat sinergi agar penanganan kekerasan berbasis gender di Sulbar lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....