Banyak Warga Sulbar Terindikasi Depresi dan Skizofrenia

  • 24 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Banyak warga di Provinsi Sulawesi Barat terindikasi mengalami depresi dan skizofrenia berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa yang dilakukan di puskesmas dan posyandu.

Temuan ini terungkap dalam Dialog Indonesia Sehat RRI Mamuju edisi Jumat 22 Mei 2026, yang menghadirkan psikolog klinis dan pejabat Dinas Kesehatan P2KB Sulbar.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Pertama Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, Nurhidayah Bakri, menjelaskan skrining kesehatan jiwa kini terintegrasi dalam layanan cek kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Ia menyebut, dari laporan puskesmas, banyak warga yang hasil skriningnya mengarah pada indikasi depresi dan skizofrenia, terutama pada usia produktif yang menghadapi tekanan kerja dan masalah ekonomi.

“Berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa di puskesmas, kami menemukan cukup banyak warga yang terindikasi depresi dan skizofrenia,” kata Nurhidayah Bakri dalam dialog tersebut.

Menurutnya, hasil skrining belum menjadi diagnosis final, melainkan pintu awal untuk menilai kondisi psikologis warga dan menentukan tindak lanjut. Warga yang terindikasi akan menjalani konseling bersama tenaga kesehatan terlatih, kemudian diperiksa dokter umum, dan bila gejalanya berat dirujuk ke rumah sakit regional Sulbar untuk penanganan lebih lanjut oleh psikolog klinis atau psikiater.

Nurhidayah juga menegaskan tingginya temuan indikasi depresi dan skizofrenia memperlihatkan masih rendahnya kesadaran masyarakat memeriksakan kesehatan jiwa. Ia menilai banyak warga menahan kesedihan berkepanjangan, kecemasan, dan tekanan hidup tanpa mencari pertolongan karena takut dilabeli “gila” atau menjadi aib keluarga.

“Banyak yang sebenarnya punya luka psikologis, tapi mereka takut datang karena stigma, padahal skrining hanya memberi indikasi awal dan bukan vonis,” ujar Nurhidayah Bakri.

Sementara itu, Psikolog Klinis Ahli Pertama RSUD Regional Provinsi Sulbar, A. Budhy Rakhmat, menjelaskan depresi dan skizofrenia dapat dikenali dari perubahan perilaku sehari-hari yang cukup mencolok. Gejala yang sering muncul antara lain sulit tidur, nafsu makan menurun, mudah marah, menarik diri dari pergaulan, hingga gangguan cara berpikir dan kesulitan menjalankan aktivitas rutin yang sebelumnya bisa dilakukan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong masyarakat untuk tidak menunda skrining kesehatan jiwa di puskesmas dan posyandu terdekat, terutama bagi mereka yang merasakan tekanan berat atau menunjukkan gejala mengkhawatirkan.

Dengan deteksi dini melalui skrining berjenjang, diharapkan warga yang terindikasi depresi dan skizofrenia bisa mendapatkan penanganan lebih cepat, kembali produktif, dan menurunkan risiko gangguan jiwa berat serta kematian terkait kesehatan mental.

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....