Skrining Kesehatan Jiwa Masuk Layanan Cek Kesehatan Gratis

  • 24 Mei 2026 20:57 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Skrining kesehatan jiwa di Sulawesi Barat kini dilakukan terintegrasi melalui layanan cek kesehatan gratis di puskesmas dan posyandu, mulai usia tujuh tahun hingga lansia. Program ini mengajak masyarakat memeriksakan kondisi mental sebagaimana memeriksakan kesehatan fisik, agar gejala gangguan jiwa terdeteksi sedini mungkin dan segera ditangani.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Pertama Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, Nurhidayah Bakri, menegaskan skrining kesehatan jiwa tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi satu paket dalam layanan cek kesehatan gratis.

Ia menyebut skrining dilakukan berjenjang, dari wawancara awal, penilaian risiko, hingga konseling dan rujukan bila ditemukan indikasi gangguan jiwa.

“Skrining kesehatan jiwa ini dimulai dari usia 7 tahun sampai lansia, dan dilakukan bersama cek kesehatan gratis di puskesmas maupun posyandu,” kata Nurhidayah Bakri dalam Dialog Indonesia Sehat RRI Mamuju, Jumat 22 Mei 2026.

Menurutnya, hasil skrining tidak langsung memvonis seseorang mengalami depresi atau gangguan jiwa, melainkan hanya memberi indikasi awal. Jika ditemukan gejala yang mengarah pada gangguan, pasien akan mendapatkan konseling oleh tenaga kesehatan yang sudah dilatih, kemudian ditindaklanjuti dokter umum, dan bila perlu dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Sulbar, Putri Anindy, menjelaskan pentingnya skrining dilakukan rutin, seperti kebiasaan masyarakat memeriksakan flu atau tekanan darah.

Ia mengingatkan bahwa banyak warga menahan kesedihan berkepanjangan dan luka psikologis karena takut label “gila” atau aib keluarga, sehingga enggan datang ke fasilitas kesehatan.

“Jangan ragu, jangan takut, jangan malu untuk melakukan skrining kesehatan jiwa, karena itu justru langkah menjaga diri dan keluarga,” ujar Putri.

Putri menambahkan keluarga dan lingkungan terdekat menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan deteksi dini. Perubahan perilaku seperti sulit tidur, mudah marah, menarik diri, atau kehilangan minat terhadap aktivitas harian perlu diwaspadai dan segera dikonsultasikan ke puskesmas atau posyandu terdekat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan P2KB berharap skrining terintegrasi di fasilitas layanan tingkat pertama ini mampu menekan beban gangguan jiwa di masyarakat.

Dengan deteksi sejak usia sekolah dasar, diharapkan warga mendapatkan pertolongan lebih cepat, dapat kembali produktif, serta mengurangi risiko gangguan jiwa berat yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Audio
Putar Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....