Pantai Mampie Terancam Hilang Digerus Abrasi
- 21 Mei 2026 12:39 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Abrasi parah di Pantai Mampie, Polewali Mandar, mengancam pemukiman warga dan lokasi peneluran penyu yang menjadi pusat Festival Penyu Mampie.
Ancaman itu kembali ditegaskan Ketua Panitia Festival Penyu 2026, Muh. Askar Al-Qadri, dalam Dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 20 Mei 2026. Menurut Askar, Pantai Mampie berisiko “hilang dari peta” jika abrasi terus dibiarkan tanpa langkah penanganan serius dari pemerintah.
“Mampie ini terancam hilang dari peta Sulawesi Barat karena abrasi yang setiap tahun menghantam pesisir,” ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Founder Festival Penyu Mampie, Yusri menambahkan, abrasi bukan hanya menggerus daratan, tetapi juga mengganggu kawasan konservasi penyu yang selama ini dikelola komunitas. Garis pantai yang semakin dekat dengan pemukiman membuat ruang aman bagi penyu untuk bertelur semakin sempit dari tahun ke tahun.
Ia menyebut garis pantai terus terkikis setiap tahun hingga mendekati rumah penduduk di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian warga Mampie sudah beberapa kali memindahkan rumah karena daratan pantai terus menyusut diterjang gelombang.
“Setiap tahun daratan Mampie berkurang sekitar lima sampai sepuluh meter, bahkan bisa lebih,” kata Yusri menjelaskan situasi di lapangan.
Abrasi juga memicu intrusi air laut yang mengancam sumber air bersih dan lahan perkebunan warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Kondisi ini dikhawatirkan mendorong peningkatan kemiskinan jika lahan produktif dan tempat tinggal terus hilang tergerus ombak.
Aktivis Festival Penyu mendorong pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah jangka pendek dan panjang, mulai tanggul darurat, pemecah ombak, hingga penanaman mangrove. Mereka menilai, perlindungan pesisir Mampie mendesak bukan hanya demi keselamatan warga, tetapi juga keberlanjutan wisata dan konservasi penyu.
Tanpa intervensi cepat dan terencana, kampung pesisir yang menjadi lokasi Festival Penyu 2026 itu terancam kehilangan lebih banyak daratan, sekaligus memutus upaya pelestarian penyu yang sudah berjalan tujuh tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....