Pasokan dan Kualitas Buah Lokal Jadi Tantangan Program MBG di Sulbar

  • 14 Mei 2026 09:36 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketersediaan buah lokal dalam jumlah memadai dan berkelanjutan masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Dinas Pangan Daerah Sulawesi Barat, Sofiawati Sofyan, mengatakan kendala tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasokan secara konsisten, sekaligus menjaga kualitas rasa buah yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Sebenarnya yang menjadi kendala di MBG atau di dapur adalah bagaimana buah-buah lokal ini bisa didapatkan dalam jumlah yang cukup dan tersedia secara berkelanjutan. Tantangan lainnya juga sampai pada kualitas dari segi rasa yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat,” kata Sofiawati, saat diwawancara di kantor RRI Mamuju, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia mencontohkan penggunaan buah jeruk lokal yang secara kuantitas dapat dipenuhi oleh petani di daerah, namun masih menghadapi persoalan kualitas rasa yang belum seragam.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas makanan, termasuk buah yang disajikan, berpengaruh terhadap penerimaan program oleh masyarakat.

“Contohnya buah jeruk. Petani lokal kita sebenarnya bisa memenuhi dari sisi jumlah, tetapi dari sisi rasa belum seragam. Pada akhirnya, penerima manfaat yang merasakan langsung kualitas makanan tersebut,” ujarnya.

Sofiawati menegaskan penggunaan buah impor bukan menjadi solusi ideal, meski dari sisi kualitas kerap dinilai lebih konsisten.

Selain harganya yang lebih mahal, penggunaan buah impor dinilai tidak berpihak pada penguatan ekonomi petani lokal.

“Sementara jika menggunakan buah impor, selain harganya mahal, tentu itu juga tidak berpihak kepada masyarakat dan petani lokal kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan buah untuk program MBG dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal dengan kualitas yang lebih baik dan pasokan yang berkesinambungan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberhasilan program MBG sekaligus mendorong peningkatan daya saing komoditas hortikultura lokal di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....