Jepang Tidak Menerima Ikan saat Musim Bertelur, Bantu Jaga Stok Ikan Terbang Sulbar

  • 06 Mei 2026 15:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Unit Pelaksana Teknis Badan Mutu Kelautan dan Perikanan di Mamuju menyebut Jepang memiliki komitmen ketat terkait waktu penerimaan ekspor ikan terbang dari Sulawesi Barat.

Plt. Kepala UPT, Muhammad Dusil Hafid, saat diwawancarai di kantornya, Selasa, 5 Mei 2026, menjelaskan importir di Jepang menolak komoditas ikan terbang yang dikirim pada masa ikan sedang bertelur demi menjaga keberlanjutan sumber daya.

“Buyer kita, importir itu Jepang, dia tidak akan menerima komoditi pada saat ikan bertelur,” ujar Muhammad Dusil Hafid di kantornya.

Kebijakan tersebut membuat ada bulan-bulan tertentu ekspor ikan terbang dari Sulawesi Barat menjadi kosong, menyesuaikan siklus reproduksi ikan di alam.

“Jepang ini membantu kita untuk keberlanjutan, makanya ada bulan-bulan tertentu ekspor kita itu kosong,” kata Dusil menegaskan.

Menurutnya, komitmen pasar Jepang tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga ikut mendorong praktik perikanan yang lebih berkelanjutan bagi nelayan dan pengusaha lokal.

Dengan pengaturan periode pengiriman itu, stok ikan terbang di perairan Sulawesi Barat diharapkan tetap terjaga, sekaligus menjamin pasokan jangka panjang bagi kebutuhan ekspor.

Dusil menilai kebijakan ini bisa menjadi contoh kolaborasi antara negara pengimpor dan daerah penghasil dalam upaya melindungi sumber daya perikanan yang bernilai ekonomi tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....