Kain Kulit Kayu Pasangkayu Diangkat Jadi Wastra Baru Sulbar
- 22 Apr 2026 00:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kain kulit kayu asal Pasangkayu diperkenalkan sebagai salah satu produk wastra baru dalam Festival Jiwa Wastra Sulbar yang digelar di Landscape Mamuju.
Founder Festival Jiwa Wastra Sulbar, Abdi Latief, menyebut kehadiran komunitas pengrajin kulit kayu Pasangkayu sebagai upaya menggali potensi wastra yang selama ini jarang diketahui publik.
“Dan satu lagi, ini yang mungkin masih jarang kita tahu, ada di daerah Pasangkayu, itu komunitas pengrajin kulit kayu,” ujar Abdi, Seni 21 April 2026.
Menurutnya, pengembangan kain kulit kayu penting dilakukan agar kerajinan tradisional tersebut tidak hanya berhenti pada fungsi adat, tetapi berkembang menjadi produk fashion dan kerajinan bernilai ekonomi.
“Kita sengaja menghadirkan kain kulit kayu dari Pasangkayu karena ini sesuatu yang mungkin perlu digali, perlu pengembangan lebih lanjut terkait produk tersebut,” jelasnya.
Dalam pameran Jiwa Wastra, kain kulit kayu Pasangkayu ditampilkan berdampingan dengan wastra lain dari Kalumpang, Mamasa, dan Polewali Mandar, sebagai bagian dari narasi kekayaan kain tradisional Sulawesi Barat.
Abdi berharap keikutsertaan pengrajin kulit kayu dalam festival dapat membuka peluang kolaborasi dengan desainer, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk mengembangkan produk turunan yang ramah lingkungan.
Ia menambahkan, promosi berkelanjutan terhadap kain kulit kayu Pasangkayu diharapkan mampu menjadikannya ikon baru wastra Sulbar sekaligus sumber penghidupan bagi komunitas adat di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....