Festival Dipangkara Lawan Rasa Rendah Diri Masyarakat
- 20 Apr 2026 22:11 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Festival Dipangkara – Jejak Maritim Sulawesi di Mamuju diharapkan menjadi pemantik kebanggaan sejarah dan mengikis rasa rendah diri masyarakat terhadap asal-usul daerahnya.
Founder Festival Dipangkara, Ikhwan Wahid, menjelaskan banyak diskusi internal kolaborator yang menyoroti minimnya pembicaraan serius tentang sejarah Mamuju di ruang publik.
Menurutnya, festival ini sengaja dirancang sebagai ruang bersama agar masyarakat kembali menyadari besarnya peran Mamuju dalam lintasan sejarah Nusantara.
“Kita berharap akan tumbuh kesadaran secara kolektif seluruh masyarakat Mamuju bahwa kita ini sebenarnya sebuah entitas sejarah yang besar di masa lalu,” ujar Ikhwan.
Ia menilai, narasi sejarah Mamuju yang kaya belum banyak dihadirkan secara menarik, sehingga generasi muda lebih akrab dengan cerita daerah lain dibanding sejarahnya sendiri. Dengan adanya festival, penyelenggara ingin membuka kembali percakapan publik mengenai identitas dan kebesaran sejarah Mamuju yang selama ini nyaris terlupakan.
“Karena kita tidak mengenal masa lalu kita, kita selalu merasa rendah diri di hadapan orang lain ketika bicara sejarah, ketika bicara peradaban,” kata Ikhwan.
Melalui rangkaian diskusi, seminar, dan pertunjukan seni, Festival Dipangkara di Landscape Mamuju diharapkan menjadi titik balik kepercayaan diri masyarakat terhadap jati diri sejarahnya. Penyelenggara menargetkan kegiatan ini berlanjut secara berkala agar kebanggaan sejarah tidak berhenti pada satu acara, melainkan tumbuh sebagai kesadaran kolektif jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....