Gotong Royong dan Lumbung Pangan Jaga Desa Tandeallo dari Paceklik

  • 26 Mar 2026 22:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Peneliti dan antropolog asal Polewali Mandar, Nurberlian, menjelaskan bagaimana gotong royong dan lumbung pangan melindungi Desa Tandeallo dari ancaman paceklik.

Dalam dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 26 Maret 2026, ia memaparkan sistem sosial pertanian di desa pegunungan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

“untuk produksi tahunan seperti padi itu ada aturannya sendiri, mereka mengelola produksi dengan sistem tanam bergilir dan gotong royong,” ujar Nurberlian.

Menurutnya, warga mengatur kerja bersama saat musim tanam dan panen, lalu menyisihkan sebagian hasil ke lumbung desa sebagai cadangan pangan keluarga.

“lumbungnya sendiri juga ada aturannya, setiap tahun mereka bisa memprediksi tahun ini lumbungnya akan berisi sekian ikat,” jelasnya.

Dengan pengaturan itu, masyarakat dapat memperkirakan stok beras ketika menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem, gagal panen, atau masa yang mereka sebut paceklik.

Nurberlian menilai kombinasi gotong royong, lumbung, dan pengetahuan lokal membuat desa tetap mandiri pangan tanpa bergantung penuh pada pasokan luar.

Ia merekomendasikan pemerintah daerah mengadopsi model lumbung dan kerja kolektif Desa Tandeallo sebagai strategi mitigasi paceklik di desa pegunungan lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....