Polikultur dan Benih Beragam Jadi Kunci Pangan Desa Tandeallo

  • 26 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Peneliti dan antropolog asal Polewali Mandar, Nurberlian, mengungkap sistem polikultur dan keragaman varietas benih sebagai kunci ketahanan pangan Desa Tandeallo.

Dalam dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 25 Maret 2026, ia memaparkan praktik polikultur di desa pegunungan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

“jadi pola produksinya diatur sedemikian rupa, misalnya melalui tanaman bergilir, gotong royong, dan adanya lumbung sendiri,” ujar Nurberlian.

Menurutnya, warga tidak menerapkan monokultur, melainkan menanam banyak varietas benih serealia serta komoditas lain dalam satu bentang lahan.

“jadi benar-benar dalam istilah polikultur, banyak varietas benih baik dibudidayakan dalam ladang maupun area lahan lainnya,” jelas Nurberlian.

Ia mencontohkan, sebagian varietas seperti jawawut dan serealia lain ditanam di pinggir dan dalam ladang untuk menghalau hama tikus serta babi.

Dengan cara itu, tanaman utama seperti padi ladang tetap terlindungi, sementara stok pangan dan komoditas pasar dapat diprediksi tiap musim.

Nurberlian menilai model polikultur Desa Tandeallo layak direplikasi untuk memperkuat ketahanan pangan desa-desa pegunungan di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....