Teknologi Modern Dinilai Tak Cukup Atasi Tanah Tak Merata
- 26 Mar 2026 08:30 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Peneliti dan antropolog Nurberlian mengungkap keterbatasan teknologi modern dalam mengatasi persoalan tanah yang kesuburannya tidak merata di Sulawesi Barat.
Hal itu ia sampaikan dalam dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 25 Maret 2026, berdasar risetnya di desa pegunungan Ulumanda.
“ada kondisi ekologis di mana tanahnya itu tidak rata suburnya, tidak semua tanah sesubur lahan yang sering bersawah,” ujarnya.
Menurut Nurberlian, di wilayah seperti lokasi risetnya, pengetahuan lokal tentang tanah dan benih justru lebih efektif dari sekadar mengandalkan teknologi.
“pengetahuan-pengetahuan lokal pengenalan tanah, benih, dan lain sebagainya seperti di lokasi penelitian saya itu tidak bisa ditandingi teknologi,” katanya.
Ia menilai anak muda kini terlalu percaya pada pestisida dan rekomendasi teknis modern, padahal itu belum tentu cocok dengan keragaman tanah lokal.
Nurberlian menekankan pentingnya menjadikan pengetahuan etnoekologi sebagai dasar sebelum memakai teknologi agar produksi pangan tetap efisien dan berkelanjutan.
Ia mendorong pemerintah dan pendamping pertanian memasukkan peta kesuburan lokal dalam program, bukan hanya mengandalkan paket teknologi seragam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....