Ilmu Etnoekologi Diabaikan Generasi Muda, Peneliti Sulbar Peringatkan Dampaknya
- 26 Mar 2026 08:22 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Peneliti dan antropolog Nurberlian mengingatkan ancaman pudarnya pengetahuan etnoekologi kini di kalangan generasi muda di Desa Pegunungan Sulawesi Barat.
Dalam dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 25 Maret 2026, ia memaparkan etnoekologi dan gejala menjauhnya anak muda dari alam.
“apa yang kurang dari anak-anak zaman sekarang adalah bahwa mereka tidak bisa mengenali benih-benih dan tanah-tanah,” ujarnya.
Menurut Nurberlian, banyak anak muda di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Majene, kini lebih percaya teknologi dan pestisida.
“pengetahuan pengetahuan tentang pangan, pertanian, dan varietas benih dari orang tua terdahulu itu sejatinya masih sangat amat relevan,” kata Nurberlian.
Ia menegaskan pengetahuan etnoekologi diwariskan lewat perilaku sehari-hari, bukan kelas formal, sehingga terputusnya praktik mengancam swasembada pangan desa.
Nurberlian mendorong pemerintah, kampus, dan komunitas desa segera mendokumentasikan sekaligus mengajarkan kembali ilmu etnoekologi agar generasi muda tidak tercerabut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....