Akademisi Dorong Penerapan Konsep Siwaliparri Kurangi Beban Ganda Perempuan

  • 16 Mar 2026 15:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Akademisi mendorong penerapan konsep siwaliparri dalam kehidupan rumah tangga sebagai salah satu upaya untuk mengurangi beban ganda yang sering dialami perempuan.

Sebagai informasi, siwaliparri merupakan tradisi gotong royong khas suku Mandar Sulawesi Barat yang bermakna saling menopang atau bekerja sama, khususnya ketika menghadapi kesulitan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), Dr. Nur Wahyunianti Dahri, dalam dialog interaktif RRI Mamuju, Senin 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dalam konteks rumah tangga modern, konsep siwaliparri dapat diterapkan melalui pembagian peran yang saling mendukung antara suami dan istri tanpa adanya dominasi salah satu pihak.

"Kalau kita berbicara tentang konsep siwaliparri di era modern seperti sekarang ini. Jadi kalau kita dari perspektif rumah tangga siwaliparri itu kita saling menyokong satu sama lain. Jadi tidak ada dominasi salah satu pihak yang merasa ini pekerjaanmu laki-laki, atau ini pekerjaan perempuan," ujarnya.

Menurutnya, dengan saling membantu dalam keluarga, berbagai pekerjaan di rumah dapat diselesaikan secara bersama sehingga tidak hanya dibebankan kepada perempuan.

"Jadi bagaimana sama-sama mengerjakan supaya pekerjaan di rumah itu supaya sama-sama selesai," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep siwaliparri tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dapat diterapkan dalam aspek ekonomi keluarga.

"Tapi kalau berbicara tentang konsep ekonomi siwaliparri ya bagaimana sama-sama membantu perekonomian keluarga demi kemaslahatan bersama di dalam rumah, agar semua kebutuhan kita terpenuhi," tambahnya.

Melalui penerapan nilai siwaliparri, diharapkan dapat mengurangi beban dan tanggung jawab perempuan dalam keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....