Owner Madu Koloni Berbagi Strategi Tembus Pasar Global

  • 28 Feb 2026 22:22 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID,Mamuju – Semangat kewirausahaan mewarnai Seri ke-3 Kuliah Wirausaha Ramadhan di Masjid BTN Manakarra, Mamuju. Puluhan pelaku UMKM dan jamaah hadir menyimak strategi Madu Koloni dalam menembus pasar internasional.

Owner Madu Koloni, Saharuddin, menegaskan pentingnya legalitas dan standarisasi produk bagi pelaku usaha. Ia menyebut sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan konsumen.

“Standarisasi BPOM bukan beban administratif , tetapi syarat wajib jika ingin usaha tumbuh besar dan dipercaya pasar.” Ungkap Saharuddin Kamis,27 Februari 2026.

Saharuddin menjelaskan proses produksi madu dilakukan secara terstandarisasi sejak bahan baku tiba hingga tahap pengemasan. Setiap produk melewati uji kualitas untuk memastikan kadar air dan kemurniannya tetap terjaga.

Selain menjaga kualitas, Madu Koloni juga memperkuat branding melalui media sosial. Platform Instagram dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Pada sesi berikutnya, Mentor UMKM Sulbar Muh. Rusdin mengulas perjalanan branding Madu Koloni. Ia mengungkapkan nama usaha tersebut sempat mengalami kendala saat proses pendaftaran merek.

“Awalnya bernama Madu Tropis, namun ditolak saat pendaftaran, sehingga kami bertransformasi menjadi Madu Koloni.”Ungkap Rusdin,yang juga dikenal sebagai Founder Sulbar Digital.

Untuk memperluas pasar premium dan internasional, Madu Koloni juga meluncurkan sub-brand Honeycation. Strategi ini dilakukan sebagai langkah diversifikasi agar lebih mudah diterima di pasar global.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab terkait budidaya madu Trigona dan peluang kemitraan. Saharuddin menyatakan komitmennya membimbing peternak lokal guna memperkuat sinergi produksi dan distribusi di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....