Bukan Defisit Daya, PLN ULP Malinau Ungkap Penyebab Listrik Padam

  • 13 Jun 2026 18:12 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • PLN ULP Malinau menegaskan pemadaman listrik yang belakangan terjadi bukan akibat defisit energi, melainkan dipicu gangguan insidental yang sulit diprediksi.
  • Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN menerapkan langkah preventif dan memperkuat sistem melalui interkoneksi Gardu Induk KTT, dukungan PLTD Kuala Lapang, serta pasokan PLTU Kelapis.

RRI.CO.ID, Malinau - PT PLN (Persero) ULP Malinau memastikan pemadaman listrik yang beberapa kali terjadi belakangan ini bukan disebabkan kekurangan pasokan daya. Gangguan yang memicu padamnya aliran listrik lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dan kerusakan mendadak yang sulit diprediksi.

Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, mengatakan sejumlah gangguan yang terjadi bersifat insidental sehingga tidak direncanakan sebelumnya.

"Beberapa case gangguan kemarin terjadi karena sifatnya tidak terprediksi. Jadi ada gangguan memang dari pihak ketiga maupun material yang memang breakdown. Jadi memang tidak direncanakan terjadi," katanya saat ditemui di kantor PLN ULP Malinau, Jumat (12/6/2026)

Ia juga menjelaskan, PLN selalu berupaya mempercepat proses penormalan ketika terjadi gangguan. Tim teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan agar pasokan listrik segera pulih.

"Ketika terjadi gangguan, tim kami sudah menyebar untuk percepatan penormalan. Termasuk sampai saat ini ada beberapa yang menyebar ke lapangan untuk pemeliharaan. Untuk kegiatan baik inspeksi, pemeliharaan maupun koneksi tetap kita upayakan," ujarnya.

Menurutnya, pemadaman yang terjadi tidak berkaitan dengan defisit energi. PLN memastikan kondisi pasokan listrik di wilayah Malinau masih mencukupi.

"Untuk saat ini managemen beban karena defisit itu tidak ada. Jadi ketika memang case padam, itu artinya memang gangguan yang bersifat sesaat, sementara seperti itu," ucapnya.

Ia menyebut gangguan lebih banyak dipicu faktor eksternal, seperti pohon yang mengenai jaringan, binatang, hingga cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi di wilayah Malinau.

Lebih jauh ia mengatakan, berbagai upaya preventif juga dilakukan sebagai langkah antisipasi dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Seperti inspeksi jaringan, pemeliharaan rutin, perbaikan sistem pentanahan, hingga pemasangan penangkal petir dan arrester.

"Untuk antisipasi gangguan karena cuaca kita juga lakukan hal-hal preventif. Tapi yang namanya cuaca, kita pun tidak berharap cuaca ekstrem mengenai peralatan kita. Kita jaga, tetapi memang gangguan yang terjadi itu tidak terprediksi," ujarnya.

Putra menambahkan, sistem kelistrikan Malinau saat ini juga diperkuat melalui interkoneksi Gardu Induk KTT, dukungan PLTD Kuala Lapang, serta tambahan pasokan dari PLTU Kelapis. Skema tersebut memungkinkan PLN melakukan manuver beban apabila terjadi gangguan mendadak pada pembangkit.

"Jadi sebagian jalur itu bisa diambil dari suplai GI KTT. Kita ada beberapa opsi untuk manuver beban," katanya.

Ia berharap penguatan sistem melalui pembangunan Gardu Induk Malinau dapat segera beroperasi sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat semakin meningkat.

"Kedepannya semoga GI Malinau ini segera bisa operasi. Jadi untuk daya saat ini Insya Allah tidak ada kekurangan karena kita sudah dibantu dengan sistem grid itu," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....