Cakup Tiga Kabupaten, PLN Malinau Sebut Penguatan Sistem Terus Berjalan
- 13 Jun 2026 18:13 WIB
- Malinau
Poin Utama
- PLN ULP Malinau melayani sekitar 36 ribu pelanggan yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, dan sebagian Kabupaten Nunukan.
- PLN terus memperkuat sistem kelistrikan melalui interkoneksi Gardu Induk KTT, dukungan PLTD Kuala Lapang, tambahan pasokan dari PLTU Kelapis, serta progres pembangunan Gardu Induk Malinau.
RRI.CO.ID, Malinau - PT PLN (Persero) ULP Malinau terus melakukan penguatan sistem kelistrikan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah layanannya yang mencakup tiga kabupaten. Selain memperkuat interkoneksi jaringan, PLN juga menyiapkan sejumlah skema guna mengantisipasi gangguan pada pembangkit.
Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, mengatakan wilayah kerja ULP Malinau memiliki cakupan yang cukup luas. Selain Kabupaten Malinau, layanan PLN juga menjangkau Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan sebagian wilayah Kabupaten Nunukan.
"Untuk wilayah kerja PLN Malinau ini memang cukup luas. Unit layanan pelanggan Malinau membawahi wilayah kerjanya, Malinau, KTT, dan mungkin sebagian dapil tiga wilayah Nunukan. Jadi cukup luas sebarannya," katanya saat ditemui di Kantor PLN ULP Malinau, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, luasnya wilayah pelayanan dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 36 ribu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keandalan pasokan listrik. "Banyak untuk selevel ULP Malinau bisa tiga kabupaten. Memang jadi tantangan tersendiri untuk wilayah kerjanya," ujarnya.
Meski demikian, Putra memastikan kondisi pasokan listrik di wilayah kerja PLN ULP Malinau masih mencukupi karena didukung sistem interkoneksi yang memungkinkan adanya suplai cadangan ketika terjadi gangguan pada salah satu sumber pembangkit.
"Kalau dibilang defisit energi, Insya Allah tidak. Karena kita sudah dibantu dengan sistem grid itu," ucapnya.
Ia menjelaskan, saat ini sistem kelistrikan Malinau diperkuat melalui interkoneksi Gardu Induk KTT, dukungan PLTD Kuala Lapang, serta tambahan daya dari PLTU Kelapis. Dengan skema tersebut, PLN dapat melakukan manuver beban apabila terjadi penurunan daya secara mendadak.
"Jadi sebagian jalur itu kita ambil memang. Ketika daya mampu PLTD kita ada yang gangguan dadakan, dari GI itu kita ambil beban. Sebagian Malinau kita ambil. Jadi kita ada beberapa opsi untuk manuver beban," katanya.
Selain penguatan dari sisi pembangkit dan interkoneksi, PLN juga tengah mendorong progres pembangunan Gardu Induk Malinau. Infrastruktur tersebut nantinya akan terhubung dengan sistem kelistrikan beberapa wilayah Kalimantan.
"Untuk komitmen penguatan daya, kita sudah coba progres yang GI di Malinau. Dan itu akan nanti terkoneksi grid dengan sistem Kalsel, Kaltim. Jadi secara daya tidak ada kekurangan seperti itu," ujarnya.
Ia menambahkan, proses pengembangan sistem dilakukan secara bertahap. Saat ini jaringan interkoneksi terus diperluas hingga memperkuat sistem kelistrikan di wilayah utara Kalimantan.
"Memang secara progres tentunya bertahap. Dari Kalimantan Timur, terus ke utara sampai di Tidung Pale. Saat ini titiknya sudah grid sistem dengan Mahakam," katanya.
Putra berharap Gardu Induk Malinau dapat segera beroperasi sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah layanan PLN ULP Malinau semakin meningkat. "Kedepannya semoga GI Malinau ini segera bisa operasi," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....