Cegah Stunting, Dinkes Malinau Dorong Balita Rutin ke Posyandu
- 01 Okt 2026 20:07 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau mendorong peningkatan kunjungan balita ke Posyandu untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau secara rutin.
- Pemeriksaan kesehatan balita yang dilakukan setiap bulan di Posyandu menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan kondisi balita.
- Peningkatan kunjungan Posyandu merupakan bagian dari upaya penanganan stunting di Kabupaten Malinau.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau mendorong peningkatan kunjungan balita ke Posyandu untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau secara rutin. Langkah tersebut juga menjadi bagian dalam upaya penanganan stunting di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, Yuli Triana mengatakan, kunjungan Posyandu perlu ditingkatkan karena pemeriksaan yang dilakukan setiap bulan menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan kondisi balita.
"Nah yang terpenting, kita mau supaya kunjungan Posyandu itu meningkat. Karena melalui kunjungan Posyandu, tumbuh kembang anak itu dapat dipantau," ujar Yuli kepada RRI, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan data Dinkes Malinau, partisipasi balita dalam penimbangan Posyandu sepanjang semester pertama 2026 masih belum optimal. Pada Januari 2026, dari 6.264 balita yang menjadi sasaran, hanya 3.229 anak yang mengikuti penimbangan.
Capaian tersebut sempat meningkat pada Februari menjadi 4.484 balita, salah satunya didorong momentum pembagian vitamin A. Namun, capaian kembali turun pada Maret dengan 3.361 balita yang ditimbang.
Pergerakan kunjungan kemudian masih berfluktuasi hingga Juni, ketika jumlah balita yang ditimbang mencapai 4.388 anak. Yuli menilai kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah karena peningkatan kunjungan yang terjadi belum konsisten.
"Peningkatan dan penurunannya tetap tidak memuaskan. Seharusnya peningkatannya itu tinggi," katanya.
Menurut Yuli, rendahnya cakupan penimbangan tidak hanya berdampak pada kelengkapan data pertumbuhan balita, tetapi juga berkaitan dengan upaya penurunan stunting.
Prevalensi stunting Kabupaten Malinau pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 13,03 persen. Karena itu, peningkatan partisipasi masyarakat membawa balita ke Posyandu menjadi penting agar kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui secara berkala.
Tanpa data hasil penimbangan yang memadai, kata Yuli, petugas akan lebih sulit memperoleh gambaran kondisi balita secara menyeluruh dan menentukan penanganan secara tepat apabila ditemukan masalah pertumbuhan atau gizi.
"Posyandu itu kan dilakukan dalam satu bulan satu kali. Jadi wajib sifatnya seorang anak itu dibawa orang tua untuk melakukan pemeriksaan Posyandu," ujarnya.
Sejak September lalu, Pemkab Malinau mulai mengoptimalisasi penggerakan dan peningkatan capaian kunjungan balita ke Posyandu. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan cakupan kunjungan sekaligus mengetahui balita yang belum mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Pemerintah Kabupaten Malinau menargetkan cakupan kunjungan balita ke Posyandu mencapai 90 hingga 100 persen. Upaya tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, RT dan kader Posyandu.
Puskesmas juga diarahkan meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pengukuran dan penimbangan serta memperkuat sistem rujukan bagi balita yang terdeteksi mengalami masalah gizi atau gangguan pertumbuhan.
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, penimbangan balita secara serentak dijadwalkan pada 3 November 2026 di seluruh Posyandu Kabupaten Malinau.
Yuli menegaskan, peningkatan kunjungan Posyandu menjadi tanggung jawab bersama karena pemantauan tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur di daerah.
"Itulah PR kita semua, baik dari dinas kesehatan, kecamatan, PMD, maupun desa," katanya.
Ia menekankan, rutinitas membawa balita ke Posyandu bukan sekadar memenuhi kehadiran bulanan, tetapi menjadi langkah awal untuk memastikan setiap perubahan dalam pertumbuhan anak dapat diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya penanganan stunting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....