Setengah Sasaran Balita di Malinau Absen Penimbangan Posyandu

  • 06 Agt 2026 10:45 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Kesenjangan cakupan penimbangan balita di Posyandu Kabupaten Malinau masih tinggi dengan hampir separuh sasaran balita belum rutin datang menimbang.
  • Pada Januari, dari 6.264 sasaran balita hanya 3.229 balita yang berhasil ditimbang, menunjukkan tingkat partisipasi yang rendah sebesar 51,6 persen.
  • Kepala DKPPKB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengungkapkan data ini sebagai indikasi perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan rutin gizi anak di fasilitas kesehatan.

RRI.CO.ID, Malinau - Kesenjangan cakupan penimbangan balita di Posyandu Kabupaten Malinau masih tinggi. Hampir separuh sasaran balita belum rutin datang menimbang di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau, Yuli Triana mengatakan, pada Januari, sasaran balita tercatat 6.264 anak, namun yang ditimbang hanya 3.229 balita.

"Masih banyak kekurangannya, hampir 50 persen. Ini PR kita," kata Yuli, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tren kunjungan sepanjang semester pertama 2026 masih fluktuatif dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Februari sempat naik menjadi 4.484 balita dari sasaran 6.209 anak, didorong momen pembagian vitamin A.

Namun pada bulan Maret kembali turun menjadi 3.361 balita dari sasaran 6.144 anak, sebelum naik-turun tipis hingga Juni di angka 4.388 balita dari sasaran 6.112 anak.

"Peningkatan dan penurunannya tetap tidak memuaskan. Seharusnya peningkatannya itu tinggi," ujar Yuli.

Rendahnya cakupan Posyandu ini, kata Yuli, berkaitan erat dengan upaya penurunan stunting di Malinau. Prevalensi stunting semester pertama 2026 tercatat masih di angka 13,03 persen.

Ia menegaskan peningkatan partisipasi masyarakat ke Posyandu menjadi kunci untuk memantau tumbuh kembang balita secara menyeluruh. Tanpa data penimbangan yang lengkap, penanganan stunting sulit dilakukan tepat sasaran.

Yuli berharap seluruh unsur ikut mendorong masyarakat membawa balita ke Posyandu. "Itulah PR kita semua, baik dari dinas kesehatan, kecamatan, PMD, maupun desa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....