Dinkes Malinau Catat 12 Kasus HIV Baru, 2025

  • 02 Feb 2026 09:03 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau mencatat sebanyak 12 kasus HIV baru sepanjang tahun 2025. Penemuan kasus tersebut berasal dari warga yang secara sukarela memeriksakan diri di fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, Jonlayri, mengatakan temuan kasus baru ini menambah akumulasi penderita HIV di Malinau, yang hingga saat ini menjadi 269 kasus.

“Kalau kita akumulasi dari tahun ke tahun, tercatat 269 kasus. Tahun 2025 ada sekitar 12 penemuan kasus baru yang memeriksakan diri,” kata Jonlayri pada RRI.

Ia menjelaskan, sebagian penderita telah meninggal dunia. Sementara itu, saat ini terdapat 160 orang yang masih aktif menjalani pengobatan HIV di Malinau.

Dari 160 pasien yang menjalani pengobatan, kelompok laki-laki suka laki-laki (LSL) berjumlah 43 orang. Selain itu terdapat empat waria, delapan ibu hamil, tiga pasien dengan kasus TB HIV, serta 21 pasien pasangan orang dengan HIV.

Kasus HIV juga ditemukan pada populasi umum, seperti pekerja kantoran, anggota TNI, Polri, serta kelompok masyarakat lainnya. Jonlayri menambahkan, tidak semua pasien yang berobat berdomisili di Malinau.

“Bisa jadi tinggal di kabupaten sekitar. Mereka biasanya terdeteksi saat pemeriksaan di RSUD Malinau dan kemudian mengambil obat di Malinau,” ucapnya.

Sistem data HIV saat ini telah terintegrasi di seluruh puskesmas. Sehingga pasien dapat mengambil obat HIV di puskesmas mana pun yang tersedia, dan pengobatan tersebut diberikan secara gratis.

Jonlayri mengingatkan masyarakat agar menghindari hubungan seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan dan hubungan tanpa kondom, serta tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, termasuk untuk narkoba, tato, dan tindik untuk menghindari penularan.

Selain itu, penularan HIV juga dapat terjadi melalui darah yang terkontaminasi, transfusi darah dari sumber tidak jelas, serta dari ibu ke bayi, terutama jika ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia menekankan pencegahan dimulai dari perilaku aman dan kesadaran terhadap risiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....