Disdik Malinau Ungkap Strategi Data Tekan Dampak Lonjakan Pendaftar SPMB
- 09 Jul 2026 08:34 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau menyiapkan strategi berbasis data enam bulan sebelum pelaksanaan SPMB untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar dan meminimalisir konflik.
- Data daya tampung dipecah per sekolah dengan akurasi hingga 98 persen menggunakan informasi dari Dukcapil berdasarkan kelompok usia peserta didik.
- Pada SMP Negeri 2 Malinau Kota, kapasitas ditingkatkan dari 128 menjadi 144 siswa melalui koordinasi dengan BPMP dengan peningkatan dari 32 menjadi 36 siswa per rombel.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau telah menyiapkan strategi berbasis data untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Langkah ini dinilai cukup menggambarkan kondisi riil daya tampung di tiap sekolah sehingga bisa meminimalisir konflik dalam pelaksanaan SPMB.
Dinas ini telah menyusun data daya tampung untuk setiap jenjang pendidikan enam bulan sebelum pelaksanaan SPMB, sehingga arah antisipasi sudah jelas lebih awal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Fiteryadi, mengatakan data yang diperlukan untuk meminimalisir polemik dalam SPMB, tidak cukup hanya dengan memproyeksikan kuota rombongan belajar (rombel) dan jumlah lulusan, namun perlu dipecah per sekolah.
"Datanya segmentatif, artinya dipecah setiap sekolah, sehingga ketika penerimaan siswa baru, bisa terprediksi dengan baik," ujar Fiteryadi saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Malinau usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), membahas nasib sekitar 25 murid yang tak lolos seleksi SPMB jalur domisili di SMA Negeri 1 Malinau tahun ini, padahal berdomisili dekat dengan sekolah.
Ia menyampaikan hal ini sebagai masukan agar masalah serupa tak terulang lagi di tahun mendatang. Fiteryadi menjelaskan, data ini bisa dioptimalkan dengan memanfaatkan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan kelompok usia peserta didik.
Data tersebut diklaim memiliki akurasi hingga sekitar 98 persen, sehingga meminimalisir konflik pada sekolah-sekolah tertentu yang diperkirakan menjadi favorit dan berpotensi mengalami lonjakan pendaftar. Hal ini terbukti pada dua sekolah di perkotaan, yakni SMP Negeri 1 dan 2 Malinau Kota.
Sebagai contoh, berdasarkan jumlah rombel yang tersedia, SMP Negeri 2 Malinau Kota awalnya hanya mampu menampung 128 siswa sesuai standar 32 siswa per rombel. Dinas Pendidikan kemudian berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) untuk meminta diskresi tambahan kuota.
"Kami komunikasi dengan baik dengan BPMP, mereka turun ke lapangan memeriksa benarkah ini perlu penambahan rombel," kata Fiteryadi.
BPMP akhirnya menyetujui penambahan kapasitas dari 32 menjadi 36 siswa per rombel. Dengan diskresi tersebut, total daya tampung sekolah itu meningkat menjadi 144 siswa.
Data ini juga memungkinkan Dinas Pendidikan menyiapkan skema pengalihan pendaftar ke sekolah terdekat yang masih memiliki kuota ketika ada lonjakan di sekolah tertentu.
"Supaya ketika ada lonjakan, kami tahu arahnya kemana, sekolah mana yang bisa menampung, nah beruntungnya di kita banyak sekolah SMP di sekitaran yang juga ternyata pendaftarnya tidak terlalu signifikan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....