MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 Usung Konsep Ramah Anak

  • 07 Jul 2026 14:26 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • MPLS Ramah tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Malinau mengusung pendekatan humanis yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
  • Program MPLS Ramah dilandasi sembilan asas fundamental termasuk humanis, nondiskriminatif, inklusif, keadilan gender, dan kepentingan terbaik bagi anak sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Asas humanis menekankan setiap murid adalah individu bermartabat yang berhak diperlakukan tanpa kekerasan dan penuh kasih sayang.

RRI.CO.ID, Malinau - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Malinau mengusung konsep yang lebih ramah anak. Konsep ini menekankan pendekatan yang lebih humanis dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

MPLS Ramah menjadi bagian tak terpisahkan dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diagendakan serentak sejak Senin (6/7/2026) hingga Jumat (10/7/2026). Pelaksanaannya mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sebagai contoh, SMP Negeri 1 Malinau Kota, salah satu sekolah di Malinau yang menggelar MPLS Ramah tahun ini. Sekolah yang terletak di jantung Ibu Kota Malinau ini melaksanakan MPLS dengan keterlibatan 256 siswa baru sesuai kuota rombongan belajar yang tersedia.

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Malinau Kota Bidang Kesiswaan, Cessna Kurniawan mengatakan, penyelenggaraan MPLS Ramah dilandasi sembilan asas, mulai dari humanis, komprehensif, hingga partisipatif. “Asas humanis menempatkan setiap murid sebagai individu bermartabat yang berhak diperlakukan tanpa kekerasan dan penuh kasih sayang,” katanya pada RRI.

Asas nondiskriminatif menekankan seluruh murid berhak mendapat perlakuan setara tanpa membeda-bedakan suku, agama, golongan, etnis, budaya, bahasa, serta kondisi fisik, mental, dan intelektual. Prinsip inklusif memastikan penyandang disabilitas mendapat penyertaan penuh dalam setiap aspek kegiatan sekolah.

Asas keadilan dan kesetaraan gender ditekankan agar perempuan dan laki-laki mendapat perlakuan adil dalam mengakses manfaat pendidikan. Prinsip kepentingan terbaik bagi anak juga mewajibkan setiap pengambilan keputusan mengutamakan pemenuhan hak murid.

Konsep ramah anak ini diharapkan menjadi fondasi awal yang positif bagi murid baru di seluruh satuan pendidikan di Malinau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....