Belajar Mitigasi Kebakaran, Siswa MTsN Dilatih Hadapi Api

  • 07 Feb 2026 07:46 WIB
  •  Malinau

RI.CO.ID, Malinau – Ratusan siswa MTs Negeri Malinau, Kalimantan Utara belar mitigasi kebakaran di halaman sekolah dengan mendatangkan langsung petugas pemadam kebakaran Kabupaten Malinau pada Jumat (6/2/2026) pagi. Bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Kabupaten Malinau, MTsN Malinau sukses menggelar kegiatan kokurikuler edukasi mitigasi bencana kebakaran.

Para petugas mengawali kegiatan dengan memperkenalkan berbagai alat tempur mereka. Mulai dari baju tahan panas, helm pelindung, hingga fungsi berbagai jenis nozzle (semprotan air) dijelaskan secara detail. Siswa tampak antusias saat melihat dari dekat peralatan yang biasanya hanya mereka lihat di televisi atau saat mobil damkar melintas di jalanan.

Kegiatan kokurikuler ini diharapkan dapat membentuk siswa yang tanggap bencana dan mampu menjadi "pahlawan" kecil di lingkungan keluarga mereka jika terjadi keadaan darurat. Beberapa siswa dan guru berkesempatan mencoba langsung memadamkan api di bawah pengawasan ketat petugas. Suasana riuh dengan tepuk tangan saat api berhasil dijinakkan dengan teknik yang tepat.

Edukasi ini tidak hanya fokus pada cara memadamkan api, tetapi yang lebih penting adalah pencegahan. Petugas memberikan materi mengenai pemicu kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah dan sekolah. Kemudian cara menangani kebocoran gas elpiji dengan tenang dan langkah pertama yang harus diambil saat melihat percikan api.

"Kami ingin siswa tidak panik saat melihat api. Melalui praktik langsung ini, mereka jadi tahu teknik pemadaman yang benar, baik menggunakan alat tradisional seperti karung goni basah maupun alat pemadam api ringan (APAR)," ujar salah satu petugas Damkar di sela-sela simulasi.

Kepala MTsN Malinau, Baharuddin, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa keterampilan menyelamatkan diri dan orang lain adalah bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah. 

"Kami ingin membekali siswa dengan life skill atau keterampilan hidup yang nyata. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teori di kelas, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan pengetahuan praktis dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran," ujar Baharuddin.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....