Komitmen Membangun Pendidikan di Malinau Dipuji PPS-BPPB Kemendikdasmen
- 06 Feb 2026 15:14 WIB
- Malinau
RRI.COOD, Malinau – Kunjungan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PPS-BPPB Kemendikdasmen) dimanfaatkan untuk melakukan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Malinau dan pihak terkait di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026).
Mulai dari Bunda Literasi, Pokja Bunda Literasi ikatan keluarga baca Malinau (IKBM) serta para pegiat literasi hadir mengikuti kegiatan audiensi tersebut yang dipusatkan di Ruang Laga Feratu.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. bersama Bunda Literasi Ny. Maylenty Wempi dalam kesempatan itu hadir dan memaparkan berbagai program dan gerakan literasi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Malinau. Hal itu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen dan rombongan yang telah berkunjung ke Kabupaten Malinau untuk memberikan semangat baru dalam membangun dinia Pendidikan di Malinau ini,” kata Wempi W. Mawa.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memajukan pendidikan dan literasi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas berbagai kebijakan dan komitmen yang telah dilakukan Bapak Bupati beserta pemerintah daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia bahkan membacakan kutipan surat dari seorang pelajar SMA Negeri 1 Malinau yang mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan memiliki pemimpin daerah yang peduli terhadap masa depan pendidikan generasi muda. “Kami sangat bersyukur dan bangga memiliki pemimpin daerah yang adil dan memiliki perhatian serius terhadap pendidikan. Kami tidak hanya mendapatkan bantuan program sekolah, tetapi juga keyakinan bahwa masa depan kami dijaga dan diperjuangkan,” demikian kutipan surat pelajar tersebut.
Menurut Hafidz, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari tiga komponen utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Pendidikan pertama berawal dari keluarga, diperkuat oleh sekolah melalui kompetensi guru dan bahan bacaan yang menarik, serta didukung oleh lingkungan masyarakat seperti Taman Bacaan Masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi para guru dan pegiat literasi di Malinau yang terus berupaya membentuk generasi cerdas dan berkarakter. Bahkan, dalam kunjungannya ke salah satu sekolah dasar, Hafidz menyaksikan langsung kemampuan siswa dalam mendongeng menggunakan buku karya guru lokal.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena karya guru daerah mampu menghidupkan kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak,” katanya.
Pada akhir penyampaiannya, Hafidz berharap dukungan Pemkab Malinau dalam memperkuat kedaulatan bahasa Indonesia, termasuk pembentukan tim pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan lingkungan kedinasan.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....