Harga Emas Antam Kembali Menguat usai Tiga Hari Tertekan

  • 05 Okt 2026 14:45 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam menguat Rp6.000 menjadi Rp2.580.000 per gram pada Senin 5 Oktober 2024 setelah mengalami tekanan pekan sebelumnya.
  • Harga buyback emas juga meningkat Rp6.000 mencapai Rp2.386.000 per gram, dengan selisih harga jual-beli sebesar Rp194.000 per gram.
  • Penguatan harga emas Antam menunjukkan pemulihan pasar logam mulia setelah periode penurunan harga yang berlangsung beberapa hari.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat pada Senin (5/10/2026) setelah mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.46 WIB, harga emas Antam naik Rp6.000 menjadi Rp2.580.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback tercatat Rp2.386.000 per gram, naik Rp6.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.380.000. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp194.000 per gram.

Penguatan harga pada awal pekan ini terjadi setelah harga emas mengalami penurunan dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Pada Sabtu (3/10/2026), harga emas turun Rp2.000 per gram menjadi Rp2.574.000, sementara harga buyback terkoreksi Rp6.000 menjadi Rp2.380.000.

Sehari sebelumnya, Jumat (2/10/2026), harga emas Antam turun Rp5.000 per gram, harga buyback juga mengalami penurunan Rp5.000. Sementara pada Kamis (1/10/2026), harga emas terkoreksi lebih dalam sebesar Rp14.000 per gram, termasuk pada harga buyback.

Monica, investor emas di Malinau, mengatakan emas tetap dipilih sebagai salah satu instrumen untuk menyimpan nilai dan menyiapkan aset untuk kebutuhan jangka panjang.

“Tujuan saya investasi emas lebih untuk menyiapkan aset dan menjaga nilai uang dalam jangka panjang. Jadi ketika harga turun atau naik, saya tidak terlalu fokus untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat,” ujar Monica.

Menurutnya, salah satu pertimbangan memilih emas adalah faktor likuiditas. Emas relatif mudah dicairkan ketika investor membutuhkan dana, meski selisih antara harga beli dan harga jual kembali perlu diperhitungkan.

“Kalau dari sisi likuiditas, emas cukup mudah dicairkan ketika memang ada kebutuhan. Tetapi tetap harus melihat harga, karena ada selisih antara harga beli dan buyback. Jadi saya lebih melihatnya sebagai investasi yang disimpan, bukan untuk terlalu sering diperjualbelikan,” katanya. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....