Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi Tajam, Spread Capai Rp205.000 per gram

  • 29 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp17.000 per gram pada perdagangan Selasa (29/9/2026) pukul 08.43 WIB menjadi Rp2.580.000 per gram.
  • Nilai buyback emas Antam tergerus sebesar Rp47.000 per gram dan berada di posisi Rp2.375.000 per gram setelah koreksi.
  • Tren penurunan harga emas batangan bersertifikat Antam berlanjut sejak awal pekan dengan koreksi yang signifikan.

RRI.CO.ID, Malinau - Tren penurunan harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berlanjut. Pada perdagangan Selasa (29/9/2026) pukul 08.43 WIB, harga emas Antam mengalami penurunan signifikan sebesar Rp17.000 per gram.

Koreksi ini menempatkan harga jual emas Antam di level Rp2.580.000 per gram, melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak awal pekan. Nilai buyback tergerus hingga Rp47.000 per gram dan kini berada di posisi Rp2.375.000 per gram.

Selisih (spread) harga jual dan buyback emas Antam kini Rp205.000 per gram. Selisih yang cukup lebar antara harga jual dan buyback ini menunjukkan adanya penyesuaian pasar yang dinamis setelah sebelumnya sempat berada di tren penguatan.

Kondisi perdagangan hari ini memperpanjang tren koreksi harian yang sudah dimulai sejak Senin (28/9/2026). Pada awal pekan kemarin, baik harga jual maupun nilai buyback emas Antam juga mencatatkan penurunan sebesar Rp16.000 per gram.

Penurunan berturut-turut dalam dua hari terakhir menjadi perhatian para pelaku pasar dan investor logam mulia. Menanggapi fluktuasi ini, seorang investor emas di Malinau, Wahyudi, menilai bahwa fenomena penurunan harga di awal pekan merupakan hal yang wajar dalam siklus investasi logam mulia.

Menurut analisisnya, pergerakan ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan penguatan nilai tukar yang sifatnya sementara. Ia memandang koreksi harga ini justru memberikan momentum bagi para investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi aset.

"Secara historis, emas adalah instrumen yang sangat tangguh terhadap inflasi. Penurunan harga seperti hari ini justru menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk atau menambah porsi kepemilikan di harga yang lebih rendah," ujar Wahyudi.

Ia juga mengatakan, prospek investasi emas dalam jangka menengah hingga panjang tetap sangat menjanjikan, terutama sebagai pelindung nilai kekayaan (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....