Harga Emas Antam Naik Tipis Rp1.000 per Gram

  • 16 Sep 2026 19:49 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik tipis Rp1.000 per gram pada Rabu (16/9/2026) menjadi Rp2.593.000 per gram.
  • Kenaikan harga terjadi setelah emas Antam mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut sejak Senin (14/9/2026).
  • Pembaruan harga dicatat pada pukul 08.26 WIB, menunjukkan peningkatan dari Rp2.592.000 per gram pada Selasa (15/9/2026).

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam mengalami kenaikan tipis sebesar Rp1.000 per gram pada Rabu (16/9/2026), setelah mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut sejak Senin.

Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.26 WIB, harga emas Antam berada di angka Rp2.593.000 per gram, naik dari Rp2.592.000 per gram pada Selasa (15/9/2026).

Kenaikan serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam. Harga buyback tercatat naik Rp1.000 menjadi Rp2.438.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp155.000 per gram.

Investor emas di Malinau, Dedi, menilai kenaikan tipis tersebut menjadi bagian dari dinamika pergerakan harga emas yang perlu dicermati investor, terutama setelah harga mengalami penurunan dalam beberapa hari sebelumnya.

“Kenaikan hari ini memang masih tipis, hanya Rp1.000 per gram. Jadi menurut saya, investor tetap perlu melihat pergerakan harga secara keseluruhan, bukan hanya kenaikan atau penurunan dalam satu hari,” ujar Dedi.

Sebelumnya, harga emas Antam mengalami tren penurunan selama dua hari sejak Senin, dengan akumulasi penurunan sebesar Rp12.000 per gram.

Menurut Dedi, perubahan harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang biasa terjadi dalam investasi. Karena itu, investor perlu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan waktu pembelian maupun penjualan emas.

“Bagi saya, investasi emas lebih cocok dilihat sebagai simpanan untuk jangka panjang. Jadi ketika harga turun, tidak selalu berarti harus panik atau langsung menjual. Yang penting kita melihat tujuan investasi dan kemampuan keuangan masing-masing,” katanya.

Dedi menyebut, investor juga perlu memperhatikan selisih antara harga jual dan harga buyback sebelum mengambil keputusan investasi. Selisih tersebut menjadi salah satu pertimbangan karena investor tidak langsung memperoleh keuntungan apabila menjual kembali emas setelah membelinya.

“Kalau mau investasi emas, jangan hanya melihat harga jualnya saja. Harga buyback juga penting karena itu yang menjadi acuan ketika kita ingin menjual kembali emas. Jadi harus dihitung dan dipertimbangkan sejak awal,” ucapnya.

Ia menambahkan, keputusan membeli emas sebaiknya disesuaikan dengan dana yang tersedia dan tujuan investasi, bukan semata-mata karena melihat harga sedang naik atau turun dalam satu hari.

“Kalau saya, investasi dilakukan sesuai kemampuan. Tidak perlu memaksakan membeli dalam jumlah besar hanya karena harga bergerak. Yang penting konsisten dan punya tujuan yang jelas,” ujar Dedi. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....