Lanjutkan Tren Penurunan, Harga Emas Antam Terkoreksi Rp10.000

  • 08 Sep 2026 10:35 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam mengalami koreksi turun sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.627.000 per gram pada perdagangan Selasa 8 September 2026.
  • Harga pembelian kembali (buyback) emas juga terkoreksi turun Rp10.000 menjadi Rp2.480.000 per gram pada hari yang sama.
  • Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam pada perdagangan hari Selasa mencapai Rp147.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Harga emas turun Rp10.000 menjadi Rp2.627.000 per gram, berdasarkan pembaruan harga Logam Mulia pada pukul 08:48 WIB.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback yang terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.480.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih Rp147.000 antara harga jual emas Antam dan harga buyback pada perdagangan hari ini.

Koreksi tersebut menjadi penurunan ketiga tanpa diselingi kenaikan sejak akhir pekan lalu. Pada Sabtu (5/9/2026), harga emas Antam turun Rp30.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Pelemahan kembali terjadi pada Senin (7/9/2026) sebesar Rp3.000 menjadi Rp2.637.000 per gram, sebelum kembali terkoreksi Rp10.000 pada hari ini.

Secara akumulatif, harga emas Antam telah turun Rp43.000 per gram sejak periode tersebut. Kondisi tersebut tidak serta-merta mengubah tujuan investasi emas bagi Nisa, salah seorang investor emas di Malinau.

Ia menilai investasi emas lebih tepat ditempatkan sebagai instrumen untuk membangun nilai aset dalam jangka panjang, bukan semata-mata mengejar keuntungan dari perubahan harga harian.

“Kalau saya, tujuan utama investasi emas bukan untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat. Lebih kepada menyimpan aset untuk kebutuhan jangka panjang, sehingga ketika harga turun tidak langsung menjadi alasan untuk panik,” ujar Nisa.

Menurutnya, fluktuasi harga merupakan bagian dari investasi emas. Karena itu, keputusan membeli maupun menjual sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, bukan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu atau dua hari.

“Target saya lebih kepada mengumpulkan emas secara bertahap. Jadi ketika ada kemampuan untuk membeli, saya tetap melihatnya sebagai bagian dari rencana investasi, bukan sekadar melihat apakah hari ini naik atau turun,” katanya.

Nisa juga menyebut investasi emas dapat diarahkan untuk kebutuhan masa depan, termasuk sebagai aset cadangan yang dapat dicairkan ketika diperlukan. Dengan pola tersebut, ia tidak menjadikan setiap koreksi harga sebagai sinyal untuk segera melepas kepemilikan.

“Tujuannya untuk menyiapkan aset yang bisa digunakan untuk kebutuhan di masa depan. Jadi saya lebih fokus pada jumlah emas yang terkumpul dan jangka waktunya, bukan hanya selisih harga setiap hari,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat yang mulai berinvestasi emas memahami adanya selisih antara harga beli dan buyback. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan investasi emas lebih cocok dilakukan dengan orientasi jangka menengah hingga panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....