Harga Emas Antam Terkoreksi Rp3.000 per Gram Awal Pekan
- 07 Sep 2026 10:14 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Pada Senin (7/9/2026), harga emas batangan Antam 1 gram turun Rp3.000 menjadi Rp2.637.000.
- Harga buyback juga turun Rp3.000 menjadi Rp2.490.000, melanjutkan pelemahan signifikan Rp30.000 pada Sabtu (5/9/2026).
- Selisih antara harga jual dan buyback kini Rp147.000 per gram.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Senin (7/9/2026). Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.53 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.637.000, turun Rp3.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.640.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback, kini berada di Rp2.490.000 per gram, turun Rp3.000 dari posisi sebelumnya Rp2.493.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback emas Antam saat ini mencapai Rp147.000 per gram.
Koreksi pada awal pekan tersebut melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan Sabtu (5/9/2026). Saat itu, harga emas Antam terkoreksi cukup signifikan sebesar Rp30.000 per gram, dari Rp2.670.000 menjadi Rp2.640.000 per gram.
Meski harga bergerak turun dalam dua kali perdagangan terakhir, investor emas di Malinau, Dian, menilai kondisi tersebut belum mengubah prospek emas sebagai instrumen investasi dalam jangka panjang.
Menurutnya, pergerakan harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar sehingga investor tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan hanya karena terjadi koreksi.
"Kalau untuk investasi, saya tetap optimistis dengan emas. Turun naik harga dalam jangka pendek itu biasa, yang penting kita melihat prospeknya untuk jangka panjang," ujar Dian.
Ia menilai emas masih memiliki daya tarik karena dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga nilai aset di tengah perubahan kondisi ekonomi. Koreksi harga justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk kembali mencermati peluang pembelian.
"Justru kalau ada koreksi seperti sekarang, menurut saya bisa menjadi kesempatan untuk melihat kembali. Selama tujuan investasinya jangka panjang, tidak perlu terlalu khawatir dengan penurunan beberapa ribu atau puluhan ribu rupiah," katanya.
Dian juga mengingatkan investor agar tidak hanya melihat harga jual emas, tetapi turut memperhitungkan selisih dengan harga buyback. Selisih tersebut membuat investasi emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen jangka menengah hingga panjang, bukan untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
"Yang penting konsisten dan jangan melihat emas seperti perdagangan harian. Kita harus punya target dan waktu investasi yang jelas," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....