Harga Emas Antam Turun Tipis Rp2.000, Spread Rp150 Ribu per Gram

  • 14 Sep 2026 16:06 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas PT Aneka Tambang Tbk turun Rp2.000 per gram menjadi Rp2.602.000 pada perdagangan Senin, 14 September 2026.
  • Harga buyback emas juga mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per gram menjadi Rp2.452.000, yang merupakan acuan saat masyarakat menjual kembali emas kepada Antam.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tipis sebesar Rp2.000 per gram pada perdagangan Senin (14/9/2026). Berdasarkan pembaruan harga Antam pada pukul 08.10 WIB, harga emas turun menjadi Rp2.602.000 per gram.

‎Penurunan juga terjadi pada harga buyback, yakni harga yang menjadi acuan ketika masyarakat menjual kembali emasnya kepada Antam. Buyback turun Rp2.000 menjadi Rp2.452.000 per gram.

‎Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp150.000 per gram. Investor emas di Malinau, Firda, mengatakan investasi emas menjadi salah satu pilihan untuk menyiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang.

‎"Saya berinvestasi emas lebih untuk tujuan jangka panjang, terutama sebagai simpanan untuk kebutuhan di masa depan. Jadi, ketika harga sedang turun, saya tidak terlalu khawatir karena memang tujuannya bukan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat," kata Firda.

‎Selain tujuan investasi, Firda menilai likuiditas menjadi salah satu kelebihan emas. Aset tersebut dapat dijual kembali ketika investor membutuhkan dana, meskipun nilai yang diterima tetap mengikuti harga buyback yang berlaku.

‎"Yang saya pertimbangkan juga karena emas relatif mudah dicairkan. Kalau suatu saat membutuhkan uang, emas bisa dijual kembali. Jadi selain untuk menyimpan nilai, ada rasa lebih tenang karena asetnya bisa dicairkan ketika diperlukan," ujarnya.

‎Menurut Firda, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang perlu dipahami investor. Karena itu, ia memilih melihat investasi emas dalam perspektif jangka panjang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena terjadi perubahan harga harian.

‎"Kalau harga turun sedikit seperti sekarang, menurut saya tidak perlu langsung panik. Bagi saya yang penting tetap melihat tujuan awal investasi dan menyesuaikan pembelian dengan kemampuan keuangan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....