Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi Rp27 Ribu

  • 27 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp27.000 per gram menjadi Rp2.723.000 pada perdagangan Kamis (27/8/2026) pukul 07.32 WIB.
  • Penurunan harga emas melanjutkan koreksi yang terjadi pada hari Rabu (26/8/2026) ketika harga turun Rp18.000 per gram, menunjukkan tren koreksi berkelanjutan.
  • Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan Rp27.000 menjadi Rp2.583.000 per gram sejalan dengan penurunan harga jual.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Pada pukul 07.32 WIB, harga emas Antam tercatat Rp2.723.000 per gram, turun Rp27.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.750.000 per gram.

Penurunan ini melanjutkan koreksi yang terjadi pada Rabu (26/8/2026), ketika harga emas turun Rp18.000 per gram. Sejalan dengan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback Antam juga turun Rp27.000 menjadi Rp2.583.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di angka Rp140.000 per gram. Investor emas di Malinau, Yeni, menilai penurunan harga dalam beberapa hari terakhir belum cukup menjadi alasan bagi investor untuk panik.

Menurutnya, pergerakan harga emas memang cenderung mengalami naik turun sehingga keputusan investasi perlu mempertimbangkan tujuan dan jangka waktu investasi. “Saya kira investor tidak perlu terburu-buru menjual hanya karena harga turun beberapa kali. Emas lebih cocok dilihat sebagai investasi jangka menengah dan panjang,” ujar Yeni.

Yeni mengatakan, koreksi harga justru dapat menjadi kesempatan bagi investor yang masih memiliki rencana menambah kepemilikan emas. Namun, pembelian sebaiknya dilakukan secara bertahap agar investor tidak terlalu bergantung pada pergerakan harga dalam satu waktu.

“Kalau memang ada dana dan tujuannya untuk investasi jangka panjang, ketika harga terkoreksi seperti ini bisa menjadi pertimbangan untuk membeli secara bertahap. Jadi tidak harus langsung dalam jumlah besar,” katanya.

Ia berharap tekanan terhadap harga emas tidak berlangsung terlalu lama dan harga kembali mengalami penguatan. Menurut Yeni, emas masih memiliki daya tarik sebagai salah satu instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

“Harapannya tentu harga kembali naik. Tetapi untuk investor, yang penting jangan hanya melihat harga hari ini. Kalau tujuannya jangka panjang, kita harus melihat bagaimana perkembangan harga beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan,” ujar Yeni.

Bagi investor, pergerakan tersebut menjadi pengingat bahwa investasi emas tetap memiliki risiko perubahan harga dalam jangka pendek. Karena itu, keputusan membeli maupun menjual dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dana dan target investasi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....