Menguat Rp80.000, Harga Emas Antam Kini Tembus Rp2,7 Jutaan

  • 20 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik signifikan Rp80.000 per gram pada perdagangan Kamis (20/8/2026), mencapai Rp2.725.000 per gram.
  • Kenaikan harga emas membawa instrumen investasi ini kembali menembus level psikologis Rp2,7 juta per gram.
  • Pembaruan harga per pukul 08.41 WIB menunjukkan peningkatan dari posisi penutupan Rabu (19/8/2026) di Rp2.645.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat signifikan pada perdagangan Kamis (20/8/2026), dengan kenaikan Rp80.000 per gram. Penguatan tersebut membawa harga emas kembali menembus level Rp2,7 jutaan per gram.

Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.41 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.725.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya Rp2.645.000 per gram pada Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, harga buyback Antam juga menguat Rp80.000 menjadi Rp2.585.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp140.000 per gram.

Investor emas di Kabupaten Malinau, Dewi, menilai penguatan harga yang cukup tajam tersebut menunjukkan emas masih menjadi salah satu instrumen yang mendapat perhatian investor, terutama ketika pasar global menghadapi ketidakpastian.

Menurutnya, kenaikan harga dalam waktu singkat tetap perlu disikapi dengan hati-hati karena pergerakan emas dapat kembali mengalami koreksi.

“Kenaikan Rp80.000 ini cukup signifikan. Bagi investor, kondisi seperti ini tentu menarik, tetapi jangan sampai hanya karena melihat harga naik kemudian terburu-buru membeli dalam jumlah besar,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan, investor perlu melihat tren harga dalam jangka lebih panjang, bukan hanya berdasarkan perubahan harga harian. Menurutnya, emas masih memiliki prospek sebagai instrumen penyimpan nilai, terutama bagi masyarakat yang memiliki orientasi investasi jangka panjang.

“Kalau untuk jangka panjang, saya masih melihat emas cukup prospektif. Tetapi tetap harus melihat kemampuan dana dan tujuan investasinya. Jadi bukan sekadar mengejar harga ketika sedang naik,” katanya.

Ia menilai, apabila harga kembali mengalami koreksi setelah kenaikan signifikan, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk melakukan pembelian secara bertahap.

Strategi pembelian secara berkala, menurut Dewi, dapat membantu investor menghindari risiko membeli seluruh emas pada saat harga berada di level tinggi.

“Kalau memang untuk investasi jangka panjang, pembelian bertahap bisa menjadi pilihan. Jadi tidak harus menunggu harga turun jauh atau membeli semuanya ketika harga sedang tinggi,” jelasnya.

Dewi memperkirakan harga emas masih berpeluang bergerak positif ke depan, namun volatilitas tetap menjadi hal yang harus diperhatikan. Pergerakan harga emas dunia, nilai tukar dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga, serta kondisi ekonomi global dinilai dapat memengaruhi harga emas domestik.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat yang baru mulai berinvestasi emas agar tidak menjadikan kenaikan harga sebagai alasan untuk mengambil keputusan secara emosional.

“Prospeknya masih ada, tetapi tetap perlu realistis. Harga emas bisa naik, namun koreksi juga sangat mungkin terjadi. Yang paling penting investor punya target dan strategi sendiri,” pungkas Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....