Harga Emas Antam Kembali Menguat Rp11 Ribu per Gram

  • 15 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam naik Rp11.000 per gram menjadi Rp2.675.000 pada hari Sabtu (15/8/2026) setelah koreksi hari sebelumnya.
  • Pada hari Jumat (14/8/2026), harga emas Antam terkoreksi signifikan sebesar Rp36.000 per gram dari posisi sebelumnya.
  • Pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, masih dalam fase fluktuatif di pasar.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam. Pada perdagangan Sabtu (15/8/2026), harga emas batangan Antam naik Rp11.000 per gram menjadi Rp2.675.000 dari posisi sebelumnya Rp2.664.000 per gram.

‎Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas Antam pada Jumat (14/8/2026) terkoreksi Rp36.000 per gram. Perubahan harga yang cukup cepat dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pergerakan emas masih berada dalam fase fluktuatif.

‎Berdasarkan pembaruan harga pada pagi hari, harga buyback emas Antam juga mengalami penguatan, yakni Rp15.000 per gram menjadi Rp2.525.000. Dengan demikian, terdapat selisih antara harga jual dan harga buyback sebesar Rp150.000 per gram.

‎Investor emas di Malinau, Maria, menilai kenaikan kembali harga emas setelah terkoreksi merupakan bagian dari dinamika pasar yang masih sangat terbuka terhadap perubahan sentimen. Menurutnya, investor tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan atau penurunan harga dalam satu hari.

‎“Kalau melihat pergerakan beberapa hari terakhir, harga emas memang masih sangat fluktuatif. Namun, bagi saya kondisi seperti ini bukan berarti prospek emas menjadi buruk. Justru investor perlu melihatnya dalam jangka yang lebih panjang,” kata Maria.

‎Ia mengatakan, emas masih memiliki daya tarik sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset, terutama ketika ketidakpastian ekonomi dan perubahan sentimen pasar masih berlangsung. Karena itu, koreksi harga dalam jangka pendek dinilainya belum cukup menjadi alasan bagi investor untuk mengubah strategi investasinya secara drastis.

‎“Kalau untuk investasi, saya tetap optimistis emas masih punya ruang untuk bergerak naik. Hanya saja, kita tidak bisa berharap setiap hari harganya naik. Akan ada fase koreksi, kemudian kembali menguat. Yang penting adalah melihat fundamental dan tujuan investasinya,” ujarnya.

‎Maria juga menyarankan investor, khususnya pemula, tidak menjadikan kenaikan harga sesaat sebagai satu-satunya dasar untuk membeli emas. Menurut dia, strategi pembelian secara bertahap dapat menjadi pilihan untuk menghadapi pergerakan harga yang belum stabil.

‎“Menurut saya, jangan terlalu fokus mengejar harga ketika sedang naik. Kalau memang tujuannya investasi jangka panjang, bisa dilakukan secara bertahap sehingga ketika harga terkoreksi masih ada kesempatan untuk menambah kepemilikan,” katanya.

‎Dengan penguatan pada perdagangan Sabtu ini, Maria melihat prospek emas masih cukup menjanjikan sepanjang investor memiliki horizon investasi yang lebih panjang. Ia memperkirakan volatilitas masih akan mewarnai pergerakan harga, tetapi peluang penguatan tetap terbuka.

‎“Kalau ditanya optimistis atau tidak, saya tetap optimistis. Saya melihat emas masih layak dipertahankan sebagai bagian dari investasi, terutama untuk jangka panjang. Fluktuasi seperti sekarang justru harus dihadapi dengan strategi, bukan kepanikan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....